BUALEMO –Banggai Sulteng BTN 29/12/2025 Tragedi kemanusiaan di Kecamatan Bualemo akhirnya berujung duka mendalam. Pasien kritis asal Desa Binsil K yang sebelumnya dirujuk dalam kondisi koma tanpa oksigen, dilaporkan telah menghembuskan nafas terakhir di RSUD Luwuk.pada 27/12/2025 pagi. Kematian ini bukan sekedar takdir, melainkan simbol nyata kegagalan negara dalam memberikan pelayanan dasar yang manusiawi.
Keluarga almarhum, melalui Herson Aniwa, menyatakan bahwa meski mereka ikhlas menerima kematian sebagai takdir Tuhan, mereka tidak akan pernah bisa menerima perlakuan “tidak manusiawi” yang diberikan oleh Puskesmas Bualemo.
”Kami tidak mempermasalahkan kematiannya, tapi kami mengutuk caranya. Bayangkan, saudara kami sudah koma, nyawanya di ujung tanduk, tapi dipaksa menempuh perjalanan jauh hanya bermodalkan infus. Tanpa oksigen! Ini bukan merujuk pasien, ini seperti mengirim orang untuk mati di jalan,” tegas Herson dengan nada bergetar.
Muncul dugaan kuat adanya praktik diskriminasi dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas Bualemo. Keluarga menduga penanganan serampangan ini terjadi karena status sosial mereka.
”Mungkin karena kami orang miskin, sehingga pihak Puskesmas bertindak sewenang-wenang. Apakah nyawa rakyat kecil tidak berharga di mata mereka?” gugat keluarga almarhum.
Insiden ini menjadi tamparan keras bagi Gubernur Sulawesi Tengah. Janji-janji manis mengenai “Layanan Terjamin” dan “Sulteng Sejahtera” kini terasa seperti lelucon pahit di telinga masyarakat Bualemo.
“Kami menagih janji Gubernur. Jangan biarkan slogan-slogan itu hanya menjadi isapan jempol belaka sementara rakyat di pelosok bertaruh nyawa karena fasilitas yang bobrok,” tambah Herson.
Atas kelalaian fatal dan pengabaian Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mengakibatkan hilangnya nyawa, masyarakat dan keluarga menuntut tindakan tegas dari Dinas Kesehatan dan Pemerintah Provinsi.
Meminta Gubernur Sulteng segera mencopot Jabatan Kepala Puskesmas Bualemo. Kepemimpinan yang membiarkan prosedur rujukan “maut” tanpa oksigen tidak layak dipertahankan satu hari pun.
Mempertanyakan transparansi anggaran Alat Kesehatan (Alkes). Mengapa Puskesmas tidak mampu menyediakan oksigen untuk pasien kritis?
Menuntut perubahan total mentalitas pelayan publik di Puskesmas Bualemo agar tidak lagi membeda-bedakan pasien berdasarkan strata sosial.
Negara tidak boleh diam saat rakyatnya “dijemput ajal” lebih cepat akibat birokrasi dan pelayanan kesehatan yang tidak memiliki hati nurani.
CP: Keluarga Almarhum / Perwakilan Masyarakat Bualemo
Redaksi






