WAIKELO, BTN – Sebanyak 55 ekor kuda unggulan milik CV. AIRO tengah menjalani proses karantina intensif di Pelabuhan Waikelo, Sumba Barat Daya (SBD), Senin (27/4/2026). Puluhan ternak tersebut dijadwalkan akan segera diberangkatkan menuju Jeneponto, Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari realisasi kuota antarpulau tahun 2026.
Kegiatan pemeriksaan kesehatan atau keer ini dipantau langsung oleh drh. Vera Lobo bersama tim dari Dinas Peternakan SBD, serta mendapat pengawalan dari Babinsa setempat guna memastikan seluruh prosedur berjalan tertib dan sesuai regulasi.
Kepala Satuan Pelayanan (Satpel) Karantina Waikelo menjelaskan bahwa setiap ekor kuda diperiksa secara mendetail. Hal ini dilakukan untuk menjamin kualitas ternak yang keluar dari Pulau Sumba tetap terjaga mutunya.
Kami memastikan setiap ekor kuda dalam kondisi sehat, sudah cukup umur, tidak dalam kondisi bunting tua, dan yang terpenting bebas dari penyakit hewan menular. Meskipun secara fisik di lapangan terlihat baik, kami tetap mengikuti prosedur standar dengan menunggu hasil uji laboratorium untuk rekomendasi akhir,” ujar Kepala Satpel.
Adapun komposisi ternak yang akan dikirim terdiri dari:
- Kuda Jantan: 19 Ekor
- Kuda Betina: 36 Ekor
Selain pemeriksaan fisik, kelengkapan dokumen seperti Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh pihak pengusaha. Pengawasan ketat ini bertujuan untuk menjaga kepercayaan pasar di luar pulau terhadap komoditas ternak asal Sumba.
”Kami menekankan kepada seluruh pengusaha, termasuk CV. AIRO, agar tetap patuh pada kuota yang telah ditetapkan serta mengikuti seluruh tahapan prosedur karantina. Ini adalah langkah krusial untuk melindungi reputasi peternakan kita,” tambah Kepala Satpel.
Setelah seluruh hasil laboratorium keluar dan dinyatakan memenuhi syarat, 55 ekor kuda ini akan segera dimuat ke kapal tujuan Jeneponto dalam waktu dekat. Kehadiran aparat TNI (Babinsa) dan petugas dinas terkait di lokasi karantina memastikan proses administratif dan teknis di lapangan berjalan transparan tanpa hambatan.
Pengiriman ini diharapkan dapat terus memutar roda ekonomi sektor peternakan di Sumba Barat Daya, sekaligus memenuhi kebutuhan ternak di wilayah Sulawesi.






