SUMBA TIMUR, BTN – Rasa aman masyarakat di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali dipertanyakan. Aksi pencurian terjadi bukan hanya pada malam hari, tetapi kini berani menyasar rumah warga pada siang bolong, ketika aktivitas masyarakat masih berlangsung. Jumat 4/09/2026
Teranyar, rumah milik anggota DPRD Kabupaten Sumba Timur, Dianus Umbu Sunga, di Jalan Ikan Teri, RT 025/RW 007, Kelurahan Kambajawa, dibobol maling pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 11.30 WITA.
Peristiwa ini menambah daftar keresahan warga terkait keamanan lingkungan. Modus masuk melalui jendela dan membongkar tempat penyimpanan barang berharga membuat kasus tersebut menjadi perhatian serius.
Dari rumah korban, pelaku membawa sejumlah perhiasan emas berupa cincin, giwang, kalung, mamuli, anting dan muti salak. Tidak hanya itu, delapan lembar sarung Sumba juga raib. Kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta.
Investigasi Berantas Tipikor New: Korban Ungkap Keresahan
Tim wartawan Berantas Tipikor New melakukan penelusuran dan menemui langsung Dianus Umbu Sunga di kediamannya.
Dalam keterangannya, korban mengaku kasus tersebut bukan sekedar persoalan kehilangan harta benda. Ia juga menyoroti keresahan masyarakat karena dugaan aksi pencurian dengan modus serupa disebut terjadi di sejumlah titik lainnya.
Kondisi rumah yang dibobol ketika siang hari menjadi alarm bagi warga. Sebab, apabila rumah yang ditinggalkan beberapa jam saja dapat menjadi sasaran, maka keamanan permukiman patut mendapat perhatian lebih serius.
Di lokasi kejadian, juga ditemukan sepasang kacamata perempuan yang diduga ditinggalkan oleh orang yang masuk ke rumah tersebut.
Namun, temuan itu belum dapat dijadikan dasar untuk memastikan identitas maupun jenis kelamin pelaku. Hal tersebut sepenuhnya masih menjadi bagian dari penyelidikan aparat kepolisian.
Berantas Tipikor New Konfirmasi Kapolsek Kota Waingapu
Untuk memastikan penanganan kasus tersebut, wartawan Berantas Tipikor New melakukan konfirmasi melalui sambungan telepon seluler kepada Kapolsek Kota Waingapu.
Kapolsek membenarkan bahwa kasus pembobolan rumah Dianus Umbu Sunga telah dilaporkan secara resmi.
“Sudah buat laporan polisi dan sudah diteruskan ke Polres Sumba Timur,” ujar Kapolsek Kota Waingapu saat dikonfirmasi.
Berantas Tipikor New kemudian mempertanyakan apakah penyidik sudah menemukan titik terang terkait identitas pelaku.
Namun, Kapolsek menegaskan bahwa prosesnya masih berjalan.
“Masih dalam proses penyelidikan,” jawabnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa hingga konfirmasi dilakukan, belum ada kepastian resmi mengenai siapa pelaku pencurian tersebut.
Pertanyaan Besar: Mengapa Pencurian Berani Terjadi di Siang Hari?
Kasus ini menyisakan sejumlah pertanyaan yang patut dijawab secara terbuka.
Mengapa pelaku berani membobol rumah pada sekitar pukul 11.30 WITA?
Apakah pelaku telah mengetahui bahwa rumah dalam keadaan kosong?
Apakah aksi tersebut dilakukan secara spontan atau sudah terlebih dahulu mengamati kondisi rumah?
Dan yang tidak kalah penting, apakah kasus ini berdiri sendiri atau memiliki keterkaitan dengan laporan pencurian lainnya yang memiliki pola atau modus serupa?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut tentu bukan untuk menuduh pihak tertentu, melainkan menjadi bagian penting dalam membangun fakta berdasarkan penyelidikan.
Jika benar terdapat sejumlah kasus pencurian dengan modus yang serupa di wilayah Sumba Timur, aparat kepolisian perlu melihat persoalan ini secara lebih luas, bukan hanya sebagai kasus per kasus.
Polisi Dituntut Bukan Sekedar Menerima Laporan
Masyarakat tentu berharap laporan polisi tidak berhenti sebagai dokumen administratif.
Publik membutuhkan kepastian bahwa setiap laporan ditindaklanjuti secara profesional, mulai dari olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi, pengumpulan barang bukti, penelusuran jejak pelaku hingga pengungkapan jaringan apabila memang ditemukan keterkaitan antarkasus.
Terlebih lagi, yang menjadi korban kali ini adalah seorang anggota DPRD. Jika rumah pejabat publik saja dapat dibobol pada siang hari, maka keresahan masyarakat biasa tentu patut menjadi perhatian serius.
Berantas Tipikor New akan terus memantau perkembangan kasus ini, termasuk sejauh mana proses penyelidikan Polres Sumba Timur dalam mengungkap pelaku.
Sebab bagi masyarakat, persoalannya sederhana: rumah seharusnya menjadi tempat paling aman. Jangan sampai warga justru merasa tidak aman ketika meninggalkan rumah untuk bekerja.
Kini publik menunggu jawaban kepolisian: siapa pelakunya, bagaimana modusnya, dan apakah kasus ini berkaitan dengan rangkaian pencurian lain yang terjadi di Sumba Timur?
Piter Kabiro, Sumba Timur






