Manado Sulut BTN 31/12/2025-“Martabat Pendidikan Sulawesi Utara Sedang Dipertaruhkan,Jangan Biarkan Gelar dan Jabatan Menjadi Tameng Kebiadaban!”
Pelecehan seksual di institusi pendidikan bukanlah sekedar khilaf, melainkan kejahatan kemanusiaan yang terstruktur. Sebagai seorang ibu, saya tidak hanya sedih, saya murka. Kita sedang menyaksikan sebuah tragedi di mana dunia pendidikan,yang seharusnya menjadi tempat paling aman,justru berubah menjadi ladang perburuan bagi predator seksual yang berlindung di balik jubah kekuasaan.
Hentikan Stigma, Korban Adalah Pahlawan,Berhenti memperlakukan pelecehan sebagai “aib”. Aib sesungguhnya adalah ketika institusi gagal melindungi siswanya. Rasa malu yang dipikul korban adalah bukti nyata kegagalan sistem yang lebih memihak pada reputasi semu daripada keselamatan manusia.
Jabatan Bukan Kebal Hukum,Gelar akademik yang tinggi, posisi mentereng, atau nama besar institusi bukanlah kartu pas untuk bebas dari jerat hukum. Jika hukum tajam ke bawah tapi tumpul di hadapan oknum pejabat, maka kita sedang menuju kehancuran moral yang total.
Ultimatum kepada Kapolri & Kapolda Sulut,Kami tidak butuh janji manis atau sekedar formalitas penyidikan. Kami menuntut transparansi mutlak! Jangan ada intervensi, jangan ada “main mata” di balik pintu tertutup. Rakyat Sulawesi Utara mengawasi setiap langkah penyidik. Jika kasus ini menguap, maka Polri telah gagal menjadi pelindung rakyat.
Kami tidak akan mundur. Kami tidak akan diam sampai predator ini diseret ke meja hijau dan dijatuhi hukuman seberat-beratnya. Membiarkan satu predator tetap bebas adalah undangan bagi lahirnya korban-korban baru.
Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu, atau kita biarkan saja dunia pendidikan kita mati perlahan di tangan para perusak moral!
#KeadilanUntukKorban #SulutDaruratPelecehan #CopotOknumPredator #PendidikanTanpaPredator #KapolriBuktikanJanji #HukumJanganMauDibeli






