SUMBA TENGAH, BTN – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sumba Tengah melayangkan kritik keras terhadap Pemerintah Daerah terkait carut-marut dunia pendidikan yang dinilai sedang berada di ambang krisis. GAMKI menegaskan bahwa pengabaian terhadap kesejahteraan guru adalah bentuk “pengkhianatan” terhadap masa depan generasi muda Sumba Tengah. 10/05/2026
Kondisi tenaga pendidik, khususnya guru paruh waktu (honorer), kini menjadi sorotan utama. Dengan beban kerja yang tinggi namun tanpa kepastian status dan upah yang layak, para guru dianggap bekerja di bawah bayang-bayang ketidakpedulian kebijakan publik.
Jika guru terus diperlakukan tidak layak, maka sesungguhnya daerah ini sedang menggali kubur bagi masa depannya sendiri. Pendidikan tidak bisa dibangun di atas fondasi janji kosong dan pembiaran,” tegas perwakilan GAMKI Sumba Tengah dalam pernyataan resminya hari ini.
Hentikan Eksploitasi Pengabdian: Pemerintah daerah diminta berhenti berlindung di balik kata “pengabdian” untuk membenarkan rendahnya insentif guru honorer.
Prioritas Kebijakan Anggaran: Mendesak adanya re-alokasi anggaran yang konkret untuk menjamin kesejahteraan guru sebagai garda terdepan kemajuan daerah.
Transparansi Tata Kelola Pendidikan: Meminta evaluasi total terhadap kebijakan dinas terkait agar tidak ada lagi hak guru yang terabaikan oleh birokrasi yang kaku.
GAMKI menilai bahwa masa depan anak-anak Sumba Tengah sedang dipertaruhkan. Ketidakmampuan pemerintah dalam menyejahterakan guru berdampak langsung pada kualitas belajar-mengajar di kelas.
”Jangan jadikan guru sebagai korban dari kebijakan yang gagal. Perjuangan ini bukan tentang kepentingan politik praktis, melainkan tentang hak rakyat kecil dan keadilan sosial bagi mereka yang mencerdaskan bangsa,” tambah pernyataan tersebut.
Menutup pernyataan tersebut, GAMKI Sumba Tengah menyatakan akan terus berdiri di garis terdepan sebagai mitra kritis pemerintah. Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat—pemuda, orang tua, dan tokoh masyarakat—untuk tidak diam melihat ketidakadilan ini.
”Api perjuangan jangan padam! GAMKI Sumba Tengah akan terus berdiri di sisi para guru hingga perubahan nyata itu hadir. Masa depan Sumba Tengah tidak boleh digadaikan oleh ketidakpedulian!”






