MAKASSAR –BTN 02/04/2026- Loyalitas tanpa batas telah ditunjukkan oleh Sersan Dua (Serda) Aprianto Siduan selama hampir dua dekade pengabdiannya di TNI Angkatan Darat. Namun, di balik seragam loreng dan ketegasan tugasnya sebagai Danru-3/III/C/433/Julusiri Kostrad, tersimpan kerinduan mendalam akan hangatnya keluarga dan tanggung jawab sebagai seorang anak di tanah kelahirannya, Sulawesi Tengah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Prajurit dengan NRP 31090241940488 ini telah bertugas sejak 19 April 2009. Selama 20 tahun merantau demi tugas negara di wilayah Makassar, Serda Aprianto kini menghadapi situasi yang mengharukan terkait kondisi keluarganya.

​Pengorbanan Serda Aprianto bukan hanya soal jarak dengan kampung halaman, tetapi juga keretakan kebersamaan dengan keluarga kecilnya. Selama 9 tahun terakhir, ia harus hidup terpisah dengan anak-istri tercinta karena tuntutan tugas masing-masing.

​Kondisi ini membuat sang istri harus berjuang sendiri membesarkan anak-anak tanpa kehadiran sosok ayah secara fisik setiap harinya. Kerinduan anak-anak akan kasih sayang langsung dari sang ayah menjadi alasan kuat mengapa mutasi ke Kodam Palakawira di Palu sangat diharapkan, agar peran sebagai kepala keluarga dan prajurit dapat berjalan beriringan.

​Beban emosional semakin berat mengingat kondisi ibunda Serda Aprianto yang kini sudah renta. Di kampung halamannya di Sulawesi Tengah, sang ibu tinggal seorang diri di rumahnya tanpa ada yang menjaga.

​Di masa senjanya, satu-satunya permohonan sang ibu adalah agar putranya bisa pulang bertugas di dekatnya. Beliau sangat membutuhkan kehadiran fisik Serda Aprianto untuk merawatnya, mengingat usia dan kondisi fisik yang tak lagi prima untuk hidup sendiri.

​Besar harapan keluarga agar para petinggi TNI, khususnya di jajaran Kostrad dan Kodam terkait, dapat mempertimbangkan sisi humanis ini. Permohonan pindah tugas ke Kodam Palakawira bukan semata-mata untuk kenyamanan pribadi, melainkan demi menjalankan kewajiban mulia,menjaga keutuhan rumah tangga dan berbakti kepada orang tua yang sudah tua renta.

​Dukungan dari pimpinan TNI untuk mengabulkan mutasi ini akan menjadi kado terindah bagi seorang ibu yang telah “meminjamkan” anaknya kepada negara selama 20 tahun, dan kini hanya ingin melihat anaknya pulang untuk sekedar merawatnya di sisa usia.

Redaksi