Scroll Untuk Lanjut Membaca

UMALULU, BTN — Kelompok Tani Malakatahadang 1 dan Malakatahadang 2 dari Desa Watuhadang, Kecamatan Umalulu, mengeluhkan kelangkaan pupuk dan minimnya alat mesin pertanian yang selama ini menjadi beban berat bagi para petani. 14/05/2026

Dalam keterangannya kepada media BTN, Rabu (13/5/2026), para petani mengaku setiap musim tanam mereka selalu dipersulit mendapatkan pupuk subsidi. Saat mendatangi agen resmi untuk mengambil jatah pupuk, mereka justru kerap mendapat jawaban bahwa stok sudah habis.

“Kami selalu kesulitan pupuk. Setiap datang ke agen, jawabannya pupuk sudah habis. Mau tidak mau kami terpaksa beli di toko dengan harga mahal karena sawah harus tetap dikerjakan,” ungkap para petani.

Kondisi tersebut membuat petani kecil semakin tertekan karena biaya produksi terus meningkat, sementara hasil pertanian tidak sebanding dengan pengeluaran yang mereka keluarkan.

Para petani meminta pemerintah segera membuka agen pupuk di wilayah Melolo agar masyarakat tidak lagi bergantung pada distribusi pupuk dari Waingapu yang dinilai menyulitkan.

“Kalau bisa pemerintah buka agen pupuk di Melolo supaya kami petani tidak dipersulit lagi. Selama ini kami harus cari sampai Waingapu,” ujar mereka.

Tidak hanya pupuk, para petani juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan mesin potong padi saat musim panen tiba. Akibat keterbatasan alat, petani terpaksa menyewa mesin dengan biaya tinggi yang semakin membebani ekonomi mereka.

“Setiap musim panen kami kelabakan cari mesin potong padi. Karena tidak ada pilihan, kami harus sewa dengan biaya mahal,” kata mereka.

Kedua kelompok tani yang berasal dari Desa Watuhadang dan Desa Mutunggedi itu berharap Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Timur segera turun tangan membantu pengadaan mesin potong padi serta memperbaiki distribusi pupuk subsidi.

Mereka menilai perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar petani masih sangat minim, padahal sektor pertanian menjadi sumber utama penghidupan masyarakat desa.

“Kami sangat membutuhkan bantuan mesin potong padi dan kemudahan mendapatkan pupuk. Bagaimana petani bisa meningkatkan hasil panen kalau pupuk sulit didapat dan biaya kerja terus mahal. Kami minta Bapak Bupati dan anggota DPR melihat langsung nasib petani kecil di kampung,” tegas Elvin Uru Anambaru kepada media BTN.

(Piter BTN)