MASAMA, BANGGAI —BTN 29/07/2026 Dalam upaya mengantisipasi ancaman gagal panen akibat serangan hama, jajaran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kecamatan Masama bergerak cepat menggelar Gerakan Pengendalian (Gerdal) Hama Tikus di Desa Padangon, Kecamatan Masama, Kabupaten Banggai, pada Rabu (29/7/2026).
Aksi tanggap darurat yang dipusatkan di kawasan persawahan warga ini dipimpin langsung oleh Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Masama, Ramli Ukkas, S.P. Kegiatan tersebut melibatkan sinergi lintas unsur pertanian lokal guna menyelamatkan produktivitas tanaman padi di wilayah tersebut.
Dalam pelaksanaannya, aksi lapangan ini turut dihadiri Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Masama, Fahran, S.P., Sekretaris Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Banggai, Salman Sulaiman, S.H., serta puluhan petani lokal yang bergotong-royong menyisir areal persawahan.
Metode pengendalian yang diterapkan dalam gerakan bersama ini adalah sistem emposan atau pengasapan belerang. Teknik ini dipilih karena dinilai paling efektif dalam menekan populasi tikus sawah secara langsung di titik persembunyiannya tanpa merusak lingkungan sekitar.
Para petugas bersama petani membagi tim untuk menyisir sepanjang pematang dan galengan sawah guna mengidentifikasi lubang-lubang aktif yang menjadi sarang hama. Setelah dipastikan aktif, petugas memasukkan asap belerang menggunakan alat emposan khusus untuk membasmi hama di dalam lubang.
Koordinator BPP Masama, Ramli Ukkas, S.P., menegaskan bahwa aksi serentak ini merupakan langkah taktis untuk melindungi komoditas pangan utama masyarakat dari risiko penurunan hasil produksi maupun gagal panen total.
”Pencegahan dini perlu dilakukan agar petani tidak mengalami gagal panen. Kita tidak boleh menunggu sampai tingkat kerusakan parah baru bertindak,” ujar Ramli di sela-sela kegiatan pendampingan lapangan.
Ia menambahkan, gerakan massal ini dirancang tidak hanya untuk membasmi hama saat ini, melainkan juga untuk membangun kesadaran kolektif di kalangan para petani. Pengamatan dini secara mandiri dan berkala merupakan kunci utama agar populasi hama tetap terkendali dalam jangka panjang.
Sementara itu, Petugas POPT Kecamatan Masama, Fahran, S.P., menjelaskan bahwa pengasapan pada awal musim tanam atau fase vegetatif sangat krusial. Langkah ini terbukti efektif menekan angka perkembangbiakan tikus sebelum memasuki masa generatif tanaman padi.
Langkah proaktif yang diinisiasi oleh BPP dan para petani Desa Padangon ini mendapat apresiasi positif dari kelembagaan tani tingkat kabupaten. Ketua KTNA Kabupaten Banggai, Irwanto Kulap, S.P., melalui Sekretaris KTNA, Salman Sulaiman, S.H., menyampaikan dukungan penuh atas aksi cepat tersebut.
Salman Sulaiman menyatakan bahwa kolaborasi erat antara penyuluh teknis, petugas pengendali hama, dan para petani merupakan wujud nyata kerja bersama dalam mengawal ketahanan pangan daerah. Sinergi seperti ini perlu terus dipelihara sebagai standar penanganan gangguan hama di wilayah lain.
Pihaknya menaruh harapan besar agar kekompakan ini terus dipertahankan secara konsisten demi mengamankan produksi padi secara berkelanjutan, sekaligus menjaga tingkat kesejahteraan para petani di Kecamatan Masama pada khususnya dan Kabupaten Banggai pada umumnya.
Sebagai tindak lanjut, BPP Masama bersama POPT berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan pemantauan lapangan secara berkala. Langkah ini diambil guna memastikan populasi hama tikus tetap berada di bawah ambang batas yang merugikan secara ekonomis bagi para petani.
Redaksi






