SUMBA TENGAH, BTN – Di tengah besarnya anggaran negara yang dikucurkan untuk pembangunan infrastruktur pertanian, jeritan petani di Mamboro justru semakin nyaring. Proyek Irigasi Mbewi yang digadang-gadang menjadi solusi untuk meningkatkan produksi pangan kini menjadi sorotan warga karena manfaatnya dinilai belum dirasakan secara optimal. 2/08/2026
Bagi masyarakat Mamboro, irigasi bukan sekedar proyek fisik, melainkan urat nadi kehidupan. Tanpa aliran air, sawah mengering, musim tanam terganggu, hasil panen menurun, dan ekonomi keluarga petani ikut terpuruk.
“Kami datang membawa cangkul, bukan batu. Kami datang dengan lumpur di kaki, bukan dendam di hati. Yang kami minta hanya air untuk menghidupi keluarga kami,” ungkap salah seorang petani saat menyampaikan keluhannya.
Warga mengaku kondisi tersebut telah memaksa sebagian petani berutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ironisnya, di tengah kesulitan yang mereka hadapi, proyek yang diharapkan menjadi penyelamat itu justru dipertanyakan kebermanfaatannya.
Pertanyaan besar pun muncul di tengah masyarakat: ke mana manfaat proyek yang menelan anggaran besar itu? Mengapa hingga kini petani masih berjuang tanpa kepastian air untuk sawah mereka?
Keluhan masyarakat ini menjadi alarm bagi pemerintah dan seluruh instansi yang bertanggung jawab. Infrastruktur yang dibangun dengan uang rakyat seharusnya memberikan manfaat nyata, bukan meninggalkan keresahan berkepanjangan.
Masyarakat mendesak pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta instansi teknis terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Proyek Irigasi Mbewi. Mereka juga meminta adanya keterbukaan informasi mengenai progres pekerjaan, penggunaan anggaran, serta target penyelesaian proyek agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah publik.
“Jangan biarkan kami terus menunggu. Yang kami butuhkan bukan janji, melainkan air yang mengalir ke sawah kami,” kata warga.
Apabila kondisi ini terus berlarut tanpa penyelesaian, bukan hanya produksi pertanian yang terancam, tetapi juga ketahanan pangan dan keberlangsungan hidup ratusan keluarga petani di Mamboro.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari instansi yang bertanggung jawab mengenai penyebab belum optimalnya fungsi Proyek Irigasi Mbewi maupun langkah penyelesaiannya. Demi menjaga keberimbangan dan asas praduga tak bersalah, redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait.
Ketika miliaran rupiah telah dibelanjakan, masyarakat berhak bertanya: apakah proyek ini benar-benar telah menghadirkan manfaat yang dijanjikan, atau justru menyisakan harapan yang belum terpenuhi bagi petani Mamboro?






