MINAHASA SELATAN, BTN – Jajaran Polres Minahasa Selatan (Minsel) memberikan pengamanan ekstra ketat dalam prosesi pemakaman almarhum Christofel Tinungki, korban kasus pembunuhan di Desa Matani Satu, Kecamatan Tumpaan, pada Jumat (13/02/2026).
Langkah antisipatif ini dipimpin langsung oleh Kapolres Minsel yang diwakili oleh Kasat Intelkam Polres Minsel, AKP Riska Angkol, S.Sos., MH. Bersama Kapolsek Tumpaan dan tim gabungan bersenjata lengkap, pihak kepolisian memastikan seluruh rangkaian ibadah hingga proses pelarungan jenazah berjalan tanpa gangguan keamanan.
Kehadiran personel kepolisian di lokasi bukan tanpa alasan. Suasana sempat memanas dan hampir terjadi keributan saat iring-iringan jenazah menuju ladang pekuburan. Namun, berkat kesiapsiagaan tim di lapangan, potensi konflik tersebut berhasil diredam dengan cepat.
”Kami menurunkan tim keamanan dengan perlengkapan penuh untuk menjamin hak keluarga dalam melaksanakan ibadah pemakaman dengan tenang, sekaligus memastikan situasi kamtibmas di Desa Matani Satu tetap terkendali,” ujar AKP Riska Angkol.
Ketegasan dan kepedulian Polres Minsel mendapat apresiasi mendalam dari pihak keluarga korban. Michael Tinungki, orang tua almarhum Christofel, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran petugas yang mampu menenangkan situasi di saat-saat kritis.
Kami sangat berterima kasih atas atensi luar biasa dari Polres Minsel. Jujur, tadi situasi hampir saja ribut, namun berkat penjagaan ketat dari bapak-bapak polisi, semua bisa terkendali hingga anak kami dimakamkan dengan layak,” ungkap Michael dengan nada haru
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Desa Matani Satu dilaporkan telah kembali kondusif, meski pihak kepolisian tetap melakukan pemantauan pasca-pemakaman untuk mencegah adanya aksi balasan atau gangguan keamanan lainnya.






