BANGGAI KEPULAUAN –BTN 04/01/2026- Aroma busuk profesionalisme kerja tercium menyengat di jalur maut Gunung Bebek, Kecamatan Peling Tengah. Demi mengejar target penyelesaian, keselamatan warga justru digadaikan. Akibat material kerikil yang berserakan tanpa pengamanan, sebuah kecelakaan tunggal nyaris merenggut nyawa seorang ibu dan anaknya saat melintasi turunan curam tersebut.
Peristiwa nahas ini menimpa warga desa Tunggaling yang sedang melintas menuju arah Salakan. Saat berada di penurunan tajam jalur Bebek-Alakasing, korban yang mengendarai sepeda motor berpapasan dengan truk proyek. Mencoba menghindar ke sisi jalan untuk memberi ruang, ban motor korban justru kehilangan traksi akibat hamparan kerikil proyek yang berhamburan tak beraturan di bahu jalan.
“Tadi di turunan saya baku dapat dengan truk. Saya menghindar ke pinggir, tapi malah terselip (tergelincir) karena banyak sekali kerikil proyek di situ,” ungkap korban dengan nada kecewa.
Proyek pengaspalan jalan jalur Bebek–Patukuki ini kini menjadi sorotan tajam. Dugaan kuat muncul bahwa pihak pelaksana hanya berfokus pada progres fisik tanpa mengindahkan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan pengguna jalan.
Tidak adanya penanda yang jelas mengenai material yang berserakan di area rawan (turunan dan tikungan).Kerikil yang tercecer di badan jalan adalah bukti kelalaian pembersihan area kerja (clean-up) harian yang seharusnya dilakukan kontraktor.
Papasan antara kendaraan warga dan truk proyek di jalur sempit tanpa pengawalan petugas lapangan (flagman) menunjukkan manajemen lalu lintas yang bobrok.
Publik kini mempertanyakan di mana fungsi pengawasan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Banggai Kepulauan maupun konsultan pengawas. Apakah anggaran miliaran rupiah hanya digunakan untuk membeli aspal tanpa peduli pada keselamatan rakyat yang membiayai proyek tersebut lewat pajak?
Jangan sampai “Gunung Bebek” berubah menjadi kuburan massal hanya karena kontraktor yang ingin cepat untung namun malas bekerja sesuai standar keselamatan. Jika dalam 1×24 jam area tersebut tidak dibersihkan dan dipasangi rambu yang layak, maka kredibilitas pemerintah daerah dipertaruhkan.
Jein






