JAKARTA, BTN – Relawan Rambo (Rakyat Membela Prabowo) Nusantara resmi menyatakan “perang” terhadap ketidakpastian hukum. Ketua Umum Rambo Nusantara, Ali Sopyan, secara vokal membongkar adanya skandal dugaan korupsi Pupuk Sriwijaya Palembang periode 2024 yang hingga kini seolah sengaja “dikubur” dalam-dalam oleh aparat penegak hukum. 09/02/2026
Meskipun laporan telah masuk sejak 14 Februari 2025, kasus yang diduga merugikan keuangan negara dalam skala raksasa ini justru hilang tanpa jejak, bak ditelan bumi di balik gedung merah putih KPK RI.
Ali Sopyan menyatakan keprihatinan mendalam atas mandeknya kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menangani kasus ini. Ia menilai, lambannya respons lembaga anti-rasuah ini mempertegas stigma publik bahwa hukum di negeri ini masih “tumpul ke atas, tajam ke bawah.
Kami dari Relawan Rambo Nusantara tidak akan tinggal diam melihat uang negara dikuras sementara rakyat kecil, terutama petani, menjerit kesulitan pupuk. Kami akan memburu dan mendatangi langsung KPK RI untuk menagih komitmen mereka. Mengapa kasus sebesar ini bisa terpendam?” tegas Ali Sopyan dalam keterangannya, Minggu (08/02/2026).
Investigasi mandiri yang dilakukan oleh tim Rambo Nusantara mengendus adanya ketidakberesan dalam distribusi dan pengelolaan pupuk periodik 2024. Kerugian negara yang ditimbulkan diprediksi tidak main-main. Ali Sopyan menegaskan bahwa diamnya KPK hanya akan menyuburkan budaya impunitas bagi para mafia pupuk.
Bagi Relawan Rambo, mengawal kasus ini bukan sekedar urusan hukum, melainkan janji moral untuk mendukung pemerintahan yang bersih dari korupsi sesuai visi Presiden. Mereka berjanji akan terus melakukan tekanan publik hingga kasus ini dibuka kembali dan aktor intelektual di baliknya diseret ke meja hijau.
Ini baru permulaan. Tunggu berita selanjutnya, kami akan bawa data yang lebih mencengangkan,” tutup Ali dengan nada mengancam.






