Scroll Untuk Lanjut Membaca

​TAMBOLAKA, BTN — Semangat persatuan dan persaudaraan mewarnai pengukuhan pengurus Kerukunan Keluarga Bima-Dompu (KKBD) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) periode 2026–2029. Acara yang berlangsung khidmat dan meriah ini digelar di Gedung Fortuna, Tambolaka, dengan dihadiri ratusan warga perantau. 2/08/2026

​Dalam momentum bersejarah tersebut, Ketua Umum KKBD SBD yang baru dikukuhkan, Djaidul Chair — atau yang akrab disapa Bang Deo — menyampaikan pidato kebangsaan yang sarat makna. Ia menegaskan bahwa KKBD hadir sebagai wadah utama untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkokoh rasa kekeluargaan antar-sesama warga perantau asal Bima dan Dompu di bumi Sumba Barat Daya.

​Ada hal menarik dan unik yang disuarakan oleh Bang Deo hingga mencuri perhatian seluruh hadirin. Selama ini, akronim “SBD” secara formal selalu diidentikkan dan dikenal luas publik sebagai singkatan dari daerah setempat, yakni Sumba Barat Daya.

​Namun, Bang Deo memberikan interpretasi baru yang segar dan penuh kehangatan sosial. Ia menguraikan bahwa di balik pengukuhan pengurus KKBD hari ini, ada makna filosofis baru yang lahir untuk merekatkan hubungan emosional antar-etnis di tanah perantauan.

​”Menurut saya, dengan pengukuhan KKBD hari ini, kita tidak hanya mengenal SBD sebagai Sumba Barat Daya. Dalam bingkai keluarga besar KKBD, SBD juga dapat kita sebut sebagai Sumba Bima Dompu,” tegas Bang Deo dalam orasinya.

​Pernyataan imajinatif sekaligus inklusif tersebut langsung disambut gemuruh tepuk tangan meriah dari sekitar 500 tamu undangan dan warga yang memadati ruangan. Akronim baru ini dinilai berhasil mencairkan suasana sekaligus mengikat batin para perantau dengan tanah yang mereka pijak saat ini.

​Lebih lanjut, Bang Deo mengimbau seluruh jajaran pengurus dan anggota KKBD di Sumba Barat Daya untuk senantiasa merawat kekompakan internal. Ia menekankan pentingnya sikap saling menghargai, menjaga adab, serta menjadikan organisasi ini sebagai rumah besar yang mampu menebar manfaat nyata bagi masyarakat luas.

​”Saya berharap KKBD di Sumba Barat Daya ini selalu diwarnai oleh semangat solidaritas yang tinggi dan sinergi yang kuat, baik antar-anggota maupun dengan elemen masyarakat lainnya,” tandas sang Ketua Umum dengan mantap.

​Akronim “Sumba Bima Dompu” versi KKBD ini bukan sekedar permainan kata, melainkan simbolik bahwa warga perantauan asal Bima dan Dompu telah menyatu, berakulturasi, serta merasa menjadi bagian tak terpisahkan dari Sumba Barat Daya. KKBD pun berkomitmen penuh untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memelihara kerukunan antarumat dan berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.

​Laporan: Eman Ledu (Kabiro SBD)