SUMBA TIMUR — BTN 28/02/2026-Anggota DPR RI, Anita Jacoba Gah, kembali menunjukkan komitmennya dengan turun langsung menemui konstituen dalam agenda masa reses di Kabupaten Sumba Timur. Pertemuan yang berlangsung hangat namun kritis ini menjadi ruang terbuka bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan tanpa sekat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Dalam tatap muka tersebut, masyarakat Sumba Timur tak menyia-nyiakan kesempatan untuk berkeluh kesah. Beberapa poin krusial yang menjadi sorotan utama warga antara lain:

​Kendala Akses PIP. Masalah administrasi dan pencairan Program Indonesia Pintar (PIP) yang dinilai masih menyulitkan siswa di daerah.

​Kebutuhan Dasar. Harapan akan intervensi pemerintah pusat terkait infrastruktur dan fasilitas publik di pelosok Sumba.

​Kebijakan Pro-Rakyat. Aspirasi dari kelompok ibu-ibu (Mama-mama) dan tokoh masyarakat agar program pusat lebih tepat sasaran.

​Menanggapi rentetan aspirasi tersebut, Anita Jacoba Gah menegaskan bahwa kehadirannya di tengah masyarakat bukan sekedar memenuhi agenda formal legislatif.

​”Masa reses adalah momentum sakral. Ini bukan sekedar rutinitas, melainkan kewajiban saya untuk menjemput langsung jeritan hati rakyat. Seluruh catatan ini akan saya bawa ke Jakarta untuk diperjuangkan dalam rapat kerja dan pembahasan anggaran di DPR RI,” tegas legislator yang dikenal vokal ini.

​Bagi masyarakat Sumba Timur, kehadiran wakil rakyat secara langsung menjadi barometer komitmen politik yang nyata. Harapan besar dititipkan di pundak Anita agar suara-suara dari pelosok NTT ini tidak berhenti di meja diskusi, melainkan dikawal ketat hingga menjadi kebijakan konkret yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

​Masa reses ini menjadi bukti bahwa fungsi pengawasan dan anggaran yang dijalankan di Senayan haruslah berakar pada realita yang dihadapi masyarakat di daerah pemilihan.

​#AnitaJacobaGah #SumbaTimur #Berani #Tegas #DPRRI #AspirasiRakyat #NTT

Piter