SBD, BTN – Penantian panjang tengah dirasakan oleh Dominggus Jama Nuna, warga Desa Mata Kapore, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Sebagai salah satu korban bencana kebakaran yang kehilangan tempat tinggal pada 31 Agustus 2024 lalu, hingga kini dirinya mengaku belum mendapatkan bantuan hunian dari pemerintah daerah setempat. 3/06/2026
Melalui sambungan telepon pada Selasa (2/6/2026) pukul 10.40 WITA, Dominggus mencurahkan isi hatinya dengan nada sedih. Ia sangat berharap adanya uluran tangan dari Pemerintah Kabupaten SBD agar ia dan keluarganya bisa kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
”Saya bersama keluarga sangat membutuhkan sentuhan bantuan rumah dari Pemda, sehingga kami bisa mendapatkan hunian yang layak,” ungkap Dominggus penuh harap.
Pertanyakan Keadilan Penyaluran Bantuan
Dalam kesempatan tersebut, Dominggus juga sempat mempertanyakan keadilan dalam penyaluran bantuan. Ia melihat ada beberapa korban bencana lain—yang bahkan waktu kejadiannya lebih baru dibanding dirinya—justru sudah mendapatkan bantuan berupa rumah permanen (tembok) dari Pemda SBD.
Cemburu sosial yang sehat ini mendorong Dominggus untuk bergerak menuntut haknya. Didampingi sang istri, ia berinisiatif meminta Surat Keterangan Bencana dari Pemerintah Desa (Pemdes) Mata Kapore sebagai langkah awal pengurusan bantuan.
”Pihak Pemdes Mata Kapore sangat kooperatif dan langsung memberikan surat keterangan tersebut. Hari ini, saya langsung membawa surat itu ke Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sumba Barat Daya,” jelasnya.
Dioper Antar-Instansi
Setelah menyerahkan berkas di Dinas Perumahan, Dominggus diarahkan untuk membawa dokumen tersebut ke dua instansi lain, yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Kabupaten SBD.
Meski harus mengurus administrasi antar-instansi, Dominggus tetap optimis. Ia berharap berkas yang ia masukkan dapat segera sampai ke meja Bupati Sumba Barat Daya dan mendapatkan respons cepat.
”Semoga lewat surat yang saya masukkan ini, Bapak Bupati Sumba Barat Daya bisa mendengar dan merespons harapan kami,” pungas Dominggus mengakhiri pembicaraan.
Liputan: Tibo BTN (Kaparwil NTT)






