LUWUK TIMUR –Banggai BTN 01/04/2026- Suasana penuh kekeluargaan menyelimuti acara Halal Bihalal sekaligus Temu Pisah Pengawas Sekolah yang dipusatkan di Kecamatan Luwuk Timur, Rabu (1/4). Agenda ini bukan sekedar seremoni formal, melainkan momentum krusial untuk memperkuat koordinasi antara Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai dengan para pendidik di lapangan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai, Syafrudin Hinelo, S.S.T.P., M.Si., yang didampingi jajaran Kepala Bidang dan staf teknis. Turut hadir Camat Luwuk Timur, Kapolsek Luwuk, serta perwakilan dari 16 sekolah yang berada di bawah naungan wilayah kerja pengawas terkait.

​Prosesi temu pisah dilakukan antara pengawas lama, Yoan Salere, kepada pengawas baru, Hj. Nuraida Daeng Manrapi. Dalam sambutannya, Yoan Salere menyampaikan terima kasih atas kerja sama seluruh kepala sekolah selama masa jabatannya dan menekankan pentingnya menjaga kedisiplinan sebagai ruh dari profesi guru.

​Di sisi lain, Hj. Nuraida Daeng Manrapi selaku pengawas baru, langsung tancap gas dengan mensosialisasikan arahan strategis Bupati Banggai. Ia mengingatkan kembali poin-poin penting dari apel bersama di Halimun beberapa waktu lalu, terutama mengenai peningkatan kinerja dan sinkronisasi program pendidikan di tingkat kecamatan.

​Camat Luwuk Timur dalam arahannya memberikan sorotan tajam pada aspek moralitas. Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini bukan hanya soal kognitif, melainkan bagaimana menjaga etika dan moral di tengah gempuran perubahan zaman.

​Senada dengan hal tersebut, Kadis Pendidikan Syafrudin Hinelo mengingatkan seluruh jajaran pendidik untuk sangat berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

​”Dunia pendidikan adalah teladan. Saya minta seluruh guru dan staf untuk bijak bermedsos. Jangan sampai jempol kita justru merusak marwah institusi pendidikan yang kita bangun dengan susah payah,” tegas Syafrudin.

​Terkait urusan administratif, Syafrudin Hinelo memberikan kejelasan mengenai proses pemberkasan untuk penerimaan gaji P3K Paruh Waktu. Ia memastikan bahwa hak-hak tenaga pendidik akan terus dikawal selama prosedur administrasi dipenuhi dengan benar sesuai janji dan komitmen yang telah disepakati.

​Namun, di balik arahan birokrasi tersebut, Syafrudin menyampaikan pesan menyentuh yang membuat suasana menjadi hening. Ia mengajak para guru untuk tidak melupakan sumber keberkahan dalam bekerja, yakni orang tua.

​”Keberhasilan kita hari ini tidak lepas dari doa orang tua. Saya menitipkan pesan, jika ada rezeki, utamakanlah keikhlasan untuk membelikan alat ibadah bagi kedua orang tua kita. Jika mereka telah tiada, sumbangkanlah alat ibadah ke masjid atau gereja atas nama mereka. Itulah investasi akhirat yang akan melancarkan tugas-tugas kita di dunia pendidikan,” ucapnya dengan nada khidmat.

​Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi ringan dan foto bersama. Kehadiran perwakilan dari 16 sekolah menunjukkan soliditas yang kuat di Luwuk Timur. Sinergi antara Dinas Pendidikan, pengawas, dan pemerintah kecamatan diharapkan mampu membawa perubahan signifikan terhadap kualitas belajar-mengajar di Kabupaten Banggai, khususnya dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman moral.

Pimred