Bulagi, Banggai Kepulauan, BTN – Krisis integritas di Unit PDAM Bulagi bukan sekedar masalah administrasi, melainkan telah merosot menjadi “Darurat Pelayanan Premanistik.” Sabtu 18/10/2025
Data dan laporan terbaru mengungkap praktik penagihan di lapangan yang jauh dari etika pelayanan publik, di mana petugas bertindak bak preman jalanan, bahkan terkesan menantang otoritas Direktur Utama PDAM sendiri.
Kasus terbaru yang memicu kegeraman publik adalah pencabutan meteran air secara sewenang-wenang hanya karena tunggakan receh senilai Rp175.000.
’Satu Kali Turun, So Ba Gass!’: Arogan dan Melawan Hukum
Menurut pengaduan yang diterima media, modus operandi petugas PDAM Bulagi sangat arogan dan tidak manusiawi.
”Klau tdk bayar 175 ribu meteran dicabut aneh… maksudnya klau ada kendala dicatat dulu baru di undang kekantor spaya baku atur spaya dibayar kan ada jalan lain bukan main cabut aneh ‘satu kali turun, so ba gass’,” ujar sumber yang enggan disebut namanya karena khawatir menjadi sasaran.
Tragisnya, upaya warga untuk bernegosiasi dan membayar sebagian tunggakan (Rp150.000) ditolak mentah-mentah oleh tim penagih yang berjumlah 4 sampai 5 orang. Ini bukan lagi tentang penagihan yang efektif, tetapi tentang demonstrasi kekuasaan birokratis yang disalahgunakan.
Penyalahgunaan Wewenang Beraroma Premanisme
Yang paling mencoreng muka PDAM Bangkep adalah indikasi bahwa oknum di Unit Bulagi merasa kebal hukum dan otoritas. Ada dugaan kuat mereka sengaja mengabaikan perintah audit internal yang sudah dikeluarkan Direktur Utama sejak hari Senin.
Informasi menyebutkan adanya bahasa bernada tantangan yang dilontarkan oleh petugas di lapangan: “Siapa yang berani di Bulagi ini!”
”Cuma. artinya sy juga tdk suka klau mereka berlaga sperti itu sok-sok an. spertinya stengah preman,” lanjut sumber.
Jika informasi ini benar, maka Unit Bulagi bukan lagi perpanjangan tangan PDAM Pusat, melainkan sebuah “Benteng Pembangkangan” yang dikuasai oknum dengan mental jagoan, merasa wilayahnya self-governing dan anti-audit.
Direktur Utama Wajib Tegas, Jangan Sampai Runtuh Wibawa!
Pesan dari warga sangat jelas.Perintah Audit Internal dari Direktur Pusat telah dianggap angin lalu, baru bereaksi setelah aduan masyarakat mencuat. Ini menunjukkan lemahnya kontrol struktural dan keberanian oknum di Bulagi untuk menantang otoritas atasan langsung.
Direktur Utama PDAM Bangkep kini berdiri di persimpangan.
Bertindak Tegas, Memecat, memproses hukum, dan membersihkan oknum “preman berdasi” ini untuk mengembalikan integritas dan wibawa pimpinan.
Membiarkan situasi ini berlarut, yang berarti membiarkan wibawa pimpinan runtuh di hadapan pegawai nakal, sekaligus mengkhianati kepercayaan ratusan warga Bulagi.
Keputusan Direktur Utama PDAM Bangkep pasca-audit ini akan menjadi penentu.apakah BUMD ini benar-benar milik rakyat atau hanya arena bermain bagi para ‘jagoan’ yang haus kekuasaan receh!
Tim Redaksi/Investigasi: Berantatsipikornews.co.id






