MAMASA –BTN 10/02/2026- Aroma busuk dugaan korupsi menyengat dari balik rimbunnya hutan Sulawesi Barat. Aliansi Aktivis Lingkungan Mamasa hari ini mengeluarkan pernyataan keras menyoroti pengelolaan Forest Programme IV yang menelan anggaran fantastis senilai Rp560 Miliar. Program yang seharusnya menjadi nafas baru bagi ekosistem, diduga kuat telah diselewengkan menjadi ajang bancakan dan memperkaya kroni.
Aktivis menilai, besarnya anggaran Rp560 Miliar berbanding terbalik dengan fakta di lapangan. Sementara dana mengalir deras, kondisi hutan dan daerah aliran sungai di Mamasa tetap kritis.
”Kami tidak butuh angka-angka cantik di atas kertas laporan. Rp560 Miliar itu uang rakyat dan bantuan internasional, bukan uang saku oknum pejabat BBKSDA Sulsel untuk berpesta pora di atas penderitaan ekologi kami!” tegas perwakilan aktivis.
Pengelolaan dana dilakukan secara tertutup, seolah-olah ini adalah proyek rahasia negara, padahal ini adalah dana publik yang wajib diawasi.
Diduga kuat banyak anggaran terserap untuk kegiatan administratif dan seremonial yang tidak berdampak langsung pada kelestarian hutan.
Masyarakat lokal hanya dijadikan objek pelengkap penderita, sementara kontraktor dan oknum pejabat diduga bermain mata dalam penentuan pelaksana proyek.
Kami mendesak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat untuk segera menyeret Kepala BBKSDA Sulsel ke meja pemeriksaan. Jangan sampai Kejati Sulbar terlihat “mandul” atau melakukan pembiaran terhadap skandal yang berpotensi merugikan negara dalam skala masif ini.
”Jika Kejati Sulbar tidak segera bergerak, jangan salahkan jika masyarakat berasumsi ada ‘main mata’ antara penegak hukum dan pelaksana program. Kami menuntut audit investigatif total sekarang juga!”
Hentikan segala bentuk pencitraan di balik program Forest Programme IV.Buka data realisasi anggaran ke publik secara transparan (bukan data yang sudah dimanipulasi).
Tangkap dan Adili siapa pun yang terlibat dalam “bancakan” anggaran lingkungan ini, tanpa pandang bulu.
“Hutan Bukan Milik Pejabat, Jangan Rampok Masa Depan Anak Cucu Kami!”
Tim Redaksi






