WAINGAPU, SUMBA TIMUR, BTN — Stok beras yang dikuasai Bulog Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencapai 1.667 ton. Cadangan tersebut dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan penyaluran bagi masyarakat, termasuk kebutuhan TNI dan Polri, sekaligus menjaga ketersediaan pangan di wilayah Sumba Timur. Kamis 20/08/2026
Pimpinan Cabang Bulog/Dolog Waingapu, Inung Tri Afandi, kepada media Brantas Tipikor New, Kamis (20/8/2026), di ruang kerjanya menjelaskan bahwa target awal pengadaan beras lokal tahun 2026 sebesar 1.100 ton. Namun, realisasi penyerapan meningkat hingga mencapai 1.667 ton.
Menurut Inung, beras tersebut diserap dari petani di sejumlah wilayah Sumba Timur, antara lain Kecamatan Lewa Paku, Lewa Tidahu (Letis), Pahunga Lodu, Umalulu, dan Wula Waijelu.
Penyaluran PSHP
Bulog Waingapu juga terus menjalankan penyaluran beras melalui program Penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (PSHP).
Untuk periode tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September, Bulog menyiapkan penyaluran sekitar 1.445 ton beras. Penyaluran dilakukan melalui jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di Kabupaten Sumba Timur dan jumlahnya mencapai lebih dari 100 titik.
Bulog Waingapu juga mempersiapkan minyak goreng merek Kita untuk disalurkan melalui jaringan RPK, sehingga masyarakat dapat memperoleh beras dan minyak goreng dalam satu jaringan distribusi.
Saat ditanya apakah akan ada komoditas pangan lainnya, Inung mengatakan Bulog Waingapu masih menunggu instruksi dari Bulog pusat.
“Kami menunggu instruksi Bulog pusat. Kalau ada komoditi lain, kami akan layani,” jelasnya.
Peningkatan penyerapan beras lokal hingga 1.667 ton menunjukkan bahwa hasil produksi petani Sumba Timur menjadi salah satu penopang penting cadangan pangan daerah. Penyerapan dari Lewa Paku, Lewa Tidahu (Letis), Pahunga Lodu, Umalulu, dan Wula Waijelu sekaligus memperlihatkan peran petani lokal dalam memperkuat rantai pasok pangan di wilayah tersebut.
Dengan stok yang tersedia, Bulog Waingapu diharapkan mampu menjaga kesinambungan pasokan beras bagi masyarakat serta mendukung kebutuhan penyaluran kepada TNI dan Polri sesuai kebijakan pemerintah.
Piter Kabiro, Sumba Timur.






