TAMBOLAKA, SBD, BTN – Guna menciptakan situasi Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) yang kondusif, Polres Sumba Barat Daya (SBD) resmi menggelar Operasi Gabungan selama tiga hari berturut-turut di titik-titik strategis wilayah hukum Kabupaten Sumba Barat Daya. 22/04/2026
Langkah ini diambil menyusul masih tingginya temuan kendaraan bermotor—baik roda dua maupun roda empat—yang beroperasi tanpa dokumen resmi. Selain kelengkapan kendaraan, tingkat kepemilikan surat izin mengemudi (SIM) di kalangan pengendara juga menjadi perhatian utama dalam operasi kali ini.
Komitmen Humanis dan Edukatif
Meskipun menyasar pelanggaran administratif dan teknis, Sat Lantas Polres SBD memastikan bahwa pendekatan yang digunakan tetap mengedepankan sisi humanis. Kapolres SBD melalui Kasatlantas yang diwakili oleh Kanit Lantas menegaskan bahwa tujuan utama operasi ini bukanlah sekedar penindakan, melainkan penumbuhan kesadaran hukum.
”Kami tetap mengedepankan sikap humanis di lapangan. Selain melakukan penertiban, kami memberikan edukasi langsung kepada para pengendara mengenai pentingnya melengkapi surat-surat kendaraan dan mematuhi aturan demi keselamatan bersama,” ujar petugas saat ditemui di lokasi operasi.
Sasaran Utama Operasi
Operasi gabungan ini difokuskan pada beberapa poin pelanggaran krusial, di antaranya:
Kelengkapan Dokumen: Pemeriksaan STNK dan SIM bagi pengemudi.
Standar Keselamatan: Penggunaan helm berstandar SNI bagi pengendara roda dua.
Kepatuhan Rambu: Kedisiplinan dalam mengikuti marka dan rambu lalu lintas.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres SBD mengimbau seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Sumba Barat Daya untuk tidak hanya patuh saat ada operasi berlangsung, tetapi menjadikannya sebagai gaya hidup.
“Kami mengajak masyarakat untuk proaktif memeriksa masa berlaku surat kendaraan dan memastikan kondisi fisik kendaraan layak jalan sebelum bepergian. Keselamatan adalah kebutuhan, bukan sekedar kewajiban,” pungkasnya.






