Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Bangkep, BTN – Sikap kepatuhan terhadap regulasi, khususnya dalam urusan pajak, merupakan cerminan tanggung jawab warga negara.

Hal ini ditunjukkan oleh Ambrin Putra Bangkep, seorang putra daerah yang belakangan mulai menapaki karier sebagai kontraktor di dunia konstruksi lokal, yang baru saja menyelesaikan kewajiban pajak kendaraan bermotor (PKB) lima tahunannya.

​Rabu, 23 Oktober 2025. Ambrin terlihat mendatangi Kantor Samsat untuk mengambil Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau plat nomor baru untuk mobil pribadinya. Plat nomor dengan nomor 8337 dengan masa berlaku hingga September 2030 (09.30) ini menjadi penanda bahwa kendaraan tersebut telah sah dan pajaknya telah dilunasi untuk lima tahun ke depan.

​Dalam sebuah percakapan singkat, Ambrin menegaskan pentingnya kepatuhan tersebut. Saat seorang rekan memujinya sebagai sosok yang taat aturan, ia menjawab lugas, “Itu wajib.”

​Penambahan konteks sebagai kontraktor muda menjadikan kepatuhan Ambrin semakin patut diapresiasi. Sektor konstruksi dikenal memiliki kompleksitas pajak yang tinggi (seperti PPh Final Jasa Konstruksi dan PPN), sehingga kesadaran diri yang kuat untuk patuh pada kewajiban terkecil, seperti PKB, menunjukkan integritas profesional yang tinggi.

​”Meskipun baru eksis di dunia kontraktor, dirinya tetap menyadari bahwa sebagai putra daerah, wajib taat akan pajak,” ujar sebuah sumber yang dekat dengan Ambrin.

​Kepatuhan Ambrin sasani dalam mengurus PKB mobilnya bukan hanya menjamin legalitas kendaraan, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah.

Pajak Kendaraan Bermotor merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang vital untuk membiayai pembangunan infrastruktur, termasuk proyek-proyek yang mungkin dikerjakan oleh para kontraktor lokal seperti dirinya.

​Semoga sikap Ambrin Putra Bangkep yang Taat Akan Pajak ini dapat menjadi inspirasi bagi rekan-rekan kontraktor lainnya dan seluruh lapisan masyarakat, bahwa kepatuhan pajak adalah fondasi utama bagi kemajuan dan kemakmuran daerah.

 

Jein