Tambolaka, SBD, BTN – Pemandangan memilukan terjadi di Mapolres Sumba Barat Daya, Senin 15 Juni 2026. Seorang anak yatim piatu bersujud di bawah kaki aparat penegak hukum, memohon keadilan atas kasus pembunuhan tragis yang menimpa ayahnya di perbatasan Desa Wee Pangali, Kecamatan Kota Tambolaka – Jalan Lombu, Kecamatan Wewewa Timur. 16/06/2026
Anak kandung almarhum Goris Bessu, Elisabeth Veronika Bessu, menyampaikan keluhan dan kesedihan mendalam saat aksi damai bersama PMKRI Cabang Tambolaka St. Dominikus. Elisabeth adalah anak sulung almarhum yang kini harus menanggung status yatim piatu bersama dua adiknya.
*Jatuh Lemas, Sujud di Kaki Polisi*
Di tengah orasinya, Elisabeth tak kuasa menahan tangis mengingat kepergian sang ayah tanpa pamit kepada keluarga. “Bapa pergi tidak bilang-bilang. Kami bertiga sekarang tidak ada mama, tidak ada bapa,” ujarnya lirih.
Kesedihan memuncak hingga Elisabeth jatuh lemas. Ia tampak bersujud di hadapan barisan aparat Polres SBD. Bukan bentuk perlawanan, tapi jeritan hati seorang anak.
“Tak lain dan tak bukan, walau saya sempat terjatuh dan rupanya bersujud di bawah kaki penegak hukum Polres Sumba Barat Daya, itu hanya memohon agar penegak hukum benar-benar bekerja secara profesional serta menegakkan hukum yang semestinya demi keadilan,” ucap Elisabeth setelah ditenangkan.
*Yatim Piatu, Dipeluk Kasih Nenek*
Elisabeth Veronika Bessu kini kehilangan arah hidup. Kedua orang tua mereka sudah tiada. Ibunya wafat tiga bulan sebelum ayahnya dibunuh tahun 2024.
Beruntung, masih ada seorang nenek yang walau usianya sudah senja, tetap memeluk mereka dengan kasih sayang. “Nenek yang sudah sakit-sakitan masih peluk kami tiap malam. Karena nenek, kami tidak kehilangan gairah hidup yang belum menentu,” kata Eli.
*Kasus Dua Tahun Tanpa Kepastian*
Kasus pembunuhan Goris Bessu terjadi dua tahun lalu di perbatasan Desa Wee Pangali – Jalan Lombu. Keluarga menyebut barang bukti jaket hitam dan HP milik terduga sudah diamankan penyidik sejak awal. Namun hingga Juni 2026, belum ada penetapan tersangka.
Sujud Elisabeth di telapak kaki penegak hukum menjadi simbol bahwa bagi masyarakat kecil, polisi adalah tempat terakhir mencari keadilan. “Kami hanya rakyat lemah. Kami datang ke rumah keadilan. Tolong kami, Pak Polisi,” pinta Eli.
*Polres SBD: Jadi Atensi*
Perwakilan Polres SBD yang menerima aksi menyatakan empati dan berjanji menjadikan kasus ini atensi. “Kami memahami duka keluarga. Perkara ini akan kami evaluasi penanganannya,” ujar perwakilan Polres.
Aksi berjalan tertib. Keluarga dan PMKRI menyerahkan dokumen tuntutan resmi agar kasus almarhum Goris Bessu segera diusut tuntas.
Kabiro SBD, EMAN LEDU.






