​SUMBA BARAT DAYA  BTN – Persoalan instalasi listrik di Desa Mata Kapore, Kecamatan Kodi Balaghar, Sumba Barat Daya, kembali menjadi sorotan publik. Hingga saat ini, sebanyak 24 unit meteran listrik program tahun 2024 dilaporkan belum terpasang, meninggalkan puluhan kepala keluarga dalam kegelapan. 20/02/2026

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Kepala Desa Mata Kapore, Oktavianus Halato, saat dikonfirmasi memberikan keterangan yang kurang spesifik terkait realisasi di lapangan. Pihaknya mengaku tidak dapat merinci secara pasti jumlah meteran yang sudah menyala maupun yang masih terbengkalai.

​Meski demikian, Oktavianus menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan ini. “Kami pastikan akan tuntas pada Maret 2026 mendatang,” ujarnya singkat saat dihubungi awak media.

​Berbeda dengan pihak desa, Ramli selaku vendor yang bertanggung jawab atas pemasangan instalasi, memberikan rincian teknis. Menurutnya, pengerjaan periode 2022-2023 telah terealisasi sepenuhnya. Namun, untuk alokasi tahun 2024, memang terdapat hambatan yang cukup signifikan.

Masih ada 24 unit yang belum terpasang. Kendalanya ada dua: pertama, data KTP beberapa penerima belum masuk; kedua, adanya keterbatasan ketersediaan kabel listrik,” jelas Ramli.

​Ia menambahkan bahwa saat ini kekurangan administrasi (KTP) tengah diproses bersama Kepala Desa. Pihak vendor menjanjikan seluruh unit yang tersisa akan mulai menyala pada Maret 2026.

​Kasus ini menjadi cermin tantangan elektrifikasi di wilayah pelosok Sumba Barat Daya. Ketidakjelasan data di tingkat desa dan kendala logistik material menjadi penghalang utama warga mendapatkan hak dasar mereka atas energi.

​Redaksi Berantas Tipikor News akan terus melakukan pemantauan intensif hingga janji realisasi pada Maret 2026 terpenuhi, guna memastikan tidak ada penyimpangan dalam distribusi fasilitas publik ini.

​Laporan: Eman Ledu