​TOBELOMBANG, NUHON, BTN – Di bawah bayang-bayang salib yang suci, segenap Majelis Pekerja Harian Jemaat (MPHJ) dan seluruh warga Jemaat Maranatha Tobelombang, Klasis Nuhon, Gereja Kristen di Luwuk Banggai (GKLB), dengan rendah hati mengucapkan, Selamat Menghayati Jumat Agung. Jumat 03/04/2026

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Hari ini, kita tidak sekedar mengenang sebuah peristiwa sejarah, melainkan meratapi sekaligus mensyukuri pengorbanan tak terukur Yesus Kristus di Bukit Golgota. Melalui darah-Nya yang tercurah di kayu salib, belenggu dosa dunia telah dipatahkan. Salib adalah simbol perdamaian abadi—sebuah jembatan yang menghubungkan kasih Allah dengan rapuhnya kemanusiaan kita.

​Peringatan tahun ini terasa jauh lebih mendalam. Di tengah luka dan trauma akibat bencana gempa bumi yang mengguncang tanah kita beberapa hari yang lalu, kita diingatkan dengan keras akan keterbatasan diri. Goncangan bumi adalah pengingat yang nyata bahwa kekuasaan manusia hanyalah sementara.

​Bencana ini bukanlah sekedar musibah, melainkan sebuah pertanda kuat bahwa setiap embusan napas kita mutlak membutuhkan penyertaan Tuhan. Pengorbanan Kristus mengajarkan kita bahwa di balik penderitaan selalu ada harapan, dan di balik kehancuran selalu ada pemulihan bagi mereka yang berserah.

​Mari kita jadikan momentum Jumat Agung ini sebagai titik balik untuk mempererat persaudaraan. Kiranya pengorbanan-Nya membawa perdamaian yang sejati—damai di hati, damai di jemaat, dan damai bagi dunia yang sedang tidak baik-baik saja ini.

​Tetaplah teguh dalam iman, karena Yesus Kristus yang telah mati di kayu salib adalah Sang Juru’slamat yang senantiasa menjaga kita dalam setiap langkah kehidupan.

Editor: Erwin