Scroll Untuk Lanjut Membaca

​LUWUK, BTN – Perayaan Paskah tahun 2026 membawa pesan mendalam bagi umat Kristiani di seluruh penjuru negeri, tak terkecuali di wilayah Kabupaten Banggai. Mengangkat tema sentral “Kristus Bangkit Memperbarui Kemanusiaan Kita”, perayaan tahun ini menjadi seruan bagi jemaat untuk merefleksikan nilai-nilai kasih dalam tindakan nyata bagi sesama. 12/04/2026

​Suasana khidmat menyelimuti jalannya ibadah Paskah yang digelar dengan penuh suka cita. Sejak pagi hari, jemaat telah memadati rumah ibadah untuk mengikuti prosesi yang melambangkan kemenangan atas maut tersebut. Tema yang diangkat dari kitab 2 Korintus 5:17 ini menekankan bahwa kebangkitan Kristus adalah jaminan bagi lahirnya pribadi yang baru.

​Dalam rilis resmi yang diterima redaksi, nampak jajaran pelayan gereja,para Penatua dan Diaken,berdiri teguh dengan seragam hitam kebesaran. Stola hitam dengan bordiran simbol Alpha (A) dan Omega (Ω) berwarna emas melingkar di pundak mereka, menjadi simbol bahwa pelayanan adalah tugas suci yang dimulai dan diakhiri hanya untuk kemuliaan Tuhan.

​Rani Rumopa Gabriel, salah satu tokoh pelayan jemaat, menegaskan bahwa Paskah tahun ini memiliki esensi spiritual yang sangat kuat. Menurutnya, pembaruan kemanusiaan yang dimaksud dalam tema tahun ini harus diimplementasikan melalui perubahan karakter dan peningkatan kepedulian sosial di tengah masyarakat yang dinamis.

​”Kebangkitan Kristus bukan sekedar peristiwa sejarah, melainkan sumber kekuatan bagi kita untuk terus memperbarui diri. Kita dipanggil untuk menjadi agen perubahan yang membawa damai, terutama dalam memperkuat solidaritas kemanusiaan di lingkungan kita masing-masing,” ujar Rani dalam keterangannya.

​Fenomena menarik dalam perayaan kali ini adalah kehadiran para pelayan senior yang menunjukkan dedikasi tanpa batas. Meski usia terus bertambah, semangat mereka dalam mengemban amanah pelayanan tidak luntur sedikit pun. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa panggilan jiwa untuk melayani Tuhan tidak mengenal batas waktu dan raga.

​Kesetiaan para senior ini pun mendapat apresiasi luas dari jemaat dan rekan sejawat. Konsistensi mereka dianggap sebagai pilar yang menjaga tradisi iman tetap kokoh, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda (generasi Z dan milenial) untuk tidak ragu terlibat aktif dalam kegiatan pelayanan gerejawi.

​Selain aspek liturgis, momentum Paskah 2026 juga dimaknai sebagai upaya mempererat kerukunan antarumat beragama di Sulawesi Tengah. Nilai kemanusiaan yang diperbarui melalui Paskah diharapkan mampu menjadi perekat sosial, sehingga kedamaian dan toleransi tetap terjaga dengan baik dalam bingkai keberagaman.

​Rangkaian kegiatan Paskah ini juga diisi dengan momen kebersamaan yang hangat, memperkuat ikatan kekeluargaan antar jemaat. Setiap tawa dan jabat tangan yang tercipta usai ibadah mencerminkan harapan baru bahwa hari esok akan selalu lebih baik dengan bimbingan kasih Kristus yang telah bangkit.

​Menutup rilis tersebut, diharapkan seluruh elemen jemaat dapat membawa semangat Paskah ini ke dalam kehidupan profesi dan sosial sehari-hari. Dengan kemanusiaan yang telah diperbarui, setiap individu diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat luas.