Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pati, Jawa Tengah, BTN – Sebuah rekaman suara yang diduga mirip dengan aktivis Pati, Cahaya Basuki alias Yayak Gundul, menjadi viral di media sosial. Minggu 10/8/2025

Dalam rekaman tersebut, terdengar pernyataan yang menyebut “rakyat Pati bajingan semua,” memicu perdebatan dan tanggapan beragam di masyarakat.

Awalnya, isu ini mencuat dari tangkapan layar percakapan di salah satu grup WhatsApp. Seorang anggota grup, yang merupakan awak media, mempertanyakan keaslian suara tersebut.

“Ini seperti suaranya Yayak, kok ngarani rakyat Pati bajingan semua,” tanya awak media tersebut.

Menanggapi pertanyaan itu, Yayak Gundul memberikan jawaban melalui pesan teks. “Tak Catat…kalau tidak ada bukti saya ngarani rakyat Pati…kita ketemu di Kepolisian,” tulisnya. Ia melanjutkan dengan menyinggung kalimat yang pernah dilontarkan kepadanya,

“Sudah dua kali kamu katai otak saya kecampur tai…sekarang kamu bilang saya ngarani rakyat Pati bajingan…”

Setelah beberapa hari tidak dapat ditemui oleh awak media, Yayak Gundul akhirnya memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa pernyataan “bajingan semua” yang dilontarkannya tidak ditujukan kepada seluruh rakyat Pati, melainkan secara spesifik kepada anggota grup Noto Projo.

Hal ini, menurutnya, dipicu oleh tuduhan dan fitnah yang ia terima, termasuk tuduhan menerima uang dan paksaan untuk ikut serta dalam aksi demonstrasi yang dijadwalkan pada 13 Agustus 2025.

Perlu diketahui, Yayak Gundul merupakan seorang aktivis dari ormas Mantra yang sebelumnya berencana untuk berpartisipasi dalam demonstrasi menuntut pembatalan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan menyoroti arogansi Bupati.

Namun, setelah diadakan pertemuan mediasi dengan Bupati Pati, Sudewo, dan adanya keputusan untuk membatalkan kenaikan pajak, Yayak Gundul membatalkan niatnya untuk melakukan demonstrasi tersebut. Keputusan ini memicu berbagai reaksi dari masyarakat dan sesama aktivis.

(Mury)