Banpres Bantayan 2, Indonesia, BTN – Di balik dinding sederhana SDN Banpres Bantayan 2, terukir kisah pengabdian luar biasa dari seorang tenaga pendidik honorer bernama Nurlaela A. Lamidu. (14/8/2025)
Selama 19 tahun, sejak 2005, ia telah menjadi garda terdepan dalam dunia pendidikan, menghadapi berbagai tantangan dengan semangat pantang menyerah.
Nurlaela memulai kariernya saat sekolah ini masih jauh dari kata “nyaman”. Dengan gaji yang minim, ia harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus mencerdaskan anak-anak di pedalaman.
Namun, kondisi sulit tidak pernah melunturkan tekadnya. Ia percaya, setiap anak berhak mendapatkan pendidikan terbaik, dan ia bertekad menjadi jembatan bagi mereka menuju masa depan yang lebih cerah.
Pengorbanan yang Menginspirasi
Perjalanan Nurlaela adalah cerminan perjuangan banyak tenaga pendidik honorer di Indonesia.Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang berjuang di garis depan,
sering kali dengan fasilitas terbatas dan kesejahteraan yang tidak memadai. Nurlaela telah membuktikan bahwa cinta dan dedikasi pada profesi mampu mengatasi segala keterbatasan.
Selama hampir dua dekade,sudah banyak siswa telah merasakan sentuhan didikannya. Ia tidak hanya mengajar pelajaran, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kejujuran,
kerja keras, dan kepedulian. Para mantan siswanya kini tersebar di berbagai profesi, dan mereka selalu mengenang Bu Nurlaela sebagai sosok yang membentuk karakter mereka.
Menatap Masa Depan
Kisah Nurlaela menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menghargai para pahlawan pendidikan.
Dedikasinya yang tak kenal lelah adalah inspirasi bagi generasi muda, bahwa pengabdian tulus akan selalu menghasilkan buah manis.
Nurlaela A. Lamidu bukan sekadar tenaga pendidik honorer, ia adalah teladan, pahlawan, dan penjaga harapan di SDN Banpres Bantayan 2.
Ambri






