WAIKABUBAK, SUMBA BARAT, BTN – Tabir gelap praktik perbankan di BRI Cabang Waikabubak kian terkuak. Bukan sekadar persoalan angka, kini mencuat dugaan tindakan sewenang-wenang oknum karyawan yang nekat menahan buku tabungan milik nasabah. Tindakan ini disinyalir sebagai upaya “penyanderaan” akses finansial guna menutupi jejak manipulasi yang telah berlangsung bertahun-tahun. 29/03/2026
Langkah oknum tersebut memicu gelombang keresahan. Menahan buku tabungan milik nasabah tanpa dasar hukum yang jelas bukan hanya pelanggaran prosedur perbankan, melainkan indikasi kuat adanya upaya menghalangi nasabah untuk melihat transparansi transaksi mereka sendiri.
Berdasarkan investigasi dan informasi yang dihimpun tim media di lokasi, kasus yang menimpa Yosua Nura Lele diduga hanyalah puncak gunung es. Sumber internal maupun warga di sekitar lingkungan BRI Waikabubak menyebutkan bahwa praktik serupa—yang mengarah pada penipuan dan manipulasi data—disinyalir sering terjadi namun jarang tersentuh hukum.
Sudah saatnya kasus ini dibongkar. Praktik-praktik seperti ini sudah lama meresahkan, namun nasabah seringkali tidak berdaya melawan sistem yang tertutup,” ujar salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.
Mencuatnya skandal ini menjadi tamparan keras bagi kredibilitas BRI di tanah Sumba. Publik kini menaruh harapan besar pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk turun tangan melakukan audit investigatif menyeluruh terhadap manajemen BRI Waikabubak.
Tanpa langkah tegas dari OJK, kepercayaan masyarakat Sumba terhadap institusi perbankan plat merah ini terancam runtuh. Kasus ini bukan lagi sekadar sengketa perdata, melainkan dugaan kejahatan perbankan terstruktur yang memangsa hak-hak ekonomi rakyat kecil.
Hingga saat ini, pihak BRI Waikabubak masih memilih bungkam atau memberikan klarifikasi yang tidak menyentuh substansi persoalan. Redaksi terus berupaya melakukan konfirmasi dan membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak terkait untuk memberikan hak jawab sesuai amanat UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik.
Kami akan terus mengawal kasus ini hingga fakta yang paling benderang terungkap ke permukaan. Keadilan untuk nasabah adalah harga mati.






