Scroll Untuk Lanjut Membaca

WAINGAPU, BTN — 28/08/2026, Sebanyak 556 mahasiswa Universitas Kristen Wira Wacana (Unkriswina) Sumba resmi menyandang gelar sarjana setelah mengikuti Rapat Terbuka Senat dalam rangka Wisuda Program Sarjana Periode II Tahun Akademik 2025/2026.

Prosesi wisuda berlangsung di Gedung MPL Payeti, Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Jumat (28/8/2026), dengan dihadiri jajaran senat universitas, dosen, tamu undangan, serta keluarga para wisudawan.

Ratusan keluarga tampak memenuhi lokasi untuk menyaksikan momen yang menjadi puncak perjalanan akademik para mahasiswa tersebut.

Sebanyak 556 lulusan berasal dari tiga fakultas utama, yakni Fakultas Ekonomi, Bisnis dan Humaniora, Fakultas Sains dan Teknologi, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Prosesi pemindahan kuncir toga dan penyerahan ijazah berlangsung lancar. Para mahasiswa kini resmi menyandang gelar akademik dan siap memasuki dunia kerja maupun mengabdikan diri di tengah masyarakat.

Namun, Berantas Tipikor New memandang momentum wisuda tidak boleh berhenti pada seremoni, toga, dan foto bersama.

Gelar sarjana harus menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi mampu melahirkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, integritas, keberanian dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Sumba masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Karena itu, kehadiran ratusan sarjana baru harus mampu memberikan energi baru bagi daerah.

Mereka tidak hanya dituntut menjadi pencari pekerjaan, tetapi juga diharapkan mampu menciptakan peluang, melahirkan inovasi, serta ikut mengawasi dan mendorong pembangunan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Di sinilah nilai sebuah gelar akademik diuji.

Ilmu yang diperoleh selama berada di bangku kuliah harus mampu diterjemahkan menjadi karya nyata. Integritas juga harus menjadi pegangan ketika para lulusan nantinya masuk ke dunia kerja, pemerintahan, dunia usaha maupun berbagai bidang pelayanan publik.

Sebab, pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan orang pintar, tetapi juga membutuhkan orang yang berintegritas dan berani berdiri di pihak kepentingan masyarakat.

Wisuda 556 sarjana Unkriswina Sumba akhirnya bukan sekedar kabar tentang bertambahnya jumlah lulusan perguruan tinggi.

Lebih jauh, ini adalah momentum untuk mempertanyakan apa yang akan dilakukan 556 sarjana tersebut setelah meninggalkan kampus?

Apakah gelar hanya menjadi kebanggaan pribadi, atau justru menjadi kekuatan baru untuk membangun Sumba?

Jawabannya tidak lagi berada di ruang sidang senat maupun di atas panggung wisuda.

Jawabannya akan terlihat ketika para sarjana tersebut kembali ke tengah masyarakat dan membuktikan ilmunya melalui karya, pengabdian dan integritas.

Berantas Tipikor New menegaskan, toga boleh dilepas, tetapi tanggung jawab sebagai kaum terdidik justru baru dimulai.

(BTN/Piter Soko)