BATAM, BTN – PT PLN Batam secara resmi menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga Perumahan Permata Laguna Marina atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat proyek peningkatan keandalan jaringan listrik di kawasan tersebut. Langkah ini diambil sebagai respons cepat perusahaan terhadap keluhan warga yang aktivitasnya terganggu oleh pengerjaan penggalian tanah di sekitar pemukiman mereka. 15/07/2026

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Proyek penataan infrastruktur kelistrikan yang tengah berjalan ini diakui berdampak langsung pada mobilitas harian warga. Berdasarkan pantauan di lapangan, tumpukan tanah galian di sepanjang jalan perumahan membuat akses jalan menyempit dan menyulitkan kendaraan warga yang hendak melintas maupun parkir.

​Salah seorang warga Perumahan Permata Laguna Marina, Ibu Devi (15/7/2026), mengungkapkan keresahannya kepada media ini. Ia mengeluhkan bahwa proses penggalian tanah untuk penanaman kabel listrik tersebut sudah berlangsung selama hampir satu bulan lamanya dan berharap proyek ini segera rampung.

​”Kami sangat berharap pihak kontraktor pelaksana bisa mempercepat pekerjaannya. Jujur saja, kami kesulitan memarkirkan kendaraan di depan rumah sendiri karena terhalang material galian, dan ini cukup mengganggu kenyamanan sehari-hari,” ujar Ibu Devi dengan penuh harap.

​Merespons aspirasi tersebut, Hubungan Masyarakat (Humas) PT PLN Batam, Bapak Furkon, saat dikonfirmasi pada Rabu (15/7/2026), membenarkan adanya pengerjaan tersebut. Beliau menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian penting dari komitmen jangka panjang PLN Batam dalam melakukan modernisasi sistem kelistrikan.

​Menurut Furkon, proyek ini berfokus pada transisi dari Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) menjadi Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) bawah tanah. Langkah migrasi ini dinilai krusial untuk meminimalisir risiko gangguan listrik akibat cuaca ekstrem serta meningkatkan estetika lingkungan perumahan agar lebih rapi dan bebas dari gelantungan kabel udara.

​Meski demikian, Furkon tidak menampik adanya kendala teknis di lapangan yang membuat pengerjaan terkesan lambat di beberapa titik. Pada titik galian tertentu, tim teknis menemukan hambatan berupa genangan air tanah yang cukup tinggi serta kedalaman lubang galian yang belum memenuhi standar teknis kelistrikan.

​”Kami tidak bisa asal menutup galian demi mengejar waktu cepat. Pada titik yang tergenang air, tim harus melakukan pengurasan dan pendalaman terlebih dahulu sebelum kabel digelar, guna memastikan keamanan dan keandalan jaringan jangka panjang bagi warga sekitar,” papar Furkon menjelaskan prosedur teknis keselamatan.

​Beliau menambahkan bahwa proses penutupan lubang dan pemulihan kondisi jalan akan dilakukan secara bertahap setelah setiap segmen pekerjaan dinyatakan lolos uji standar teknis. Saat ini, PLN Batam bersama mitra kontraktor terus berkoordinasi erat untuk mempercepat durasi pengerjaan tanpa sedikit pun mengabaikan aspek keselamatan kerja (safety).

​Pada akhir penjelasannya, PLN Batam menegaskan komitmennya bahwa proyek ini pada akhirnya akan memberikan manfaat besar berupa pasokan listrik yang jauh lebih stabil dan lingkungan yang lebih aman. Manajemen PLN Batam pun kembali menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pengertian, kesabaran, serta dukungan warga demi terwujudnya infrastruktur kelistrikan yang lebih baik di Batam.