PALU –BTN 26/05/2026- Akses vital yang menghubungkan Kota Palu dan Kabupaten Donggala kembali menjadi sorotan tajam setelah banjir bandang bercampur lumpur menggenangi badan jalan utama, tepatnya di Kompleks Galian C,Batu Gamping di Kelurahan Watusampu. Peristiwa yang terjadi akibat intensitas curah hujan yang tinggi ini langsung melumpuhkan sebagian arus lalu lintas dan memicu kekhawatiran besar di kalangan pengguna jalan.
Kondisi di lapangan menunjukkan pemandangan yang memprihatinkan, di mana air berwarna cokelat pekat mengalir deras dari perbukitan dan langsung meluap ke jalan raya karena sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air. Akibatnya, jalur Trans yang setiap harinya padat oleh kendaraan logistik dan mobilisasi warga ini berubah layaknya aliran sungai yang membahayakan keselamatan publik.
Para pengendara roda dua maupun roda empat terpaksa memperlambat laju kendaraan mereka hingga menciptakan antrean panjang yang mengular di kedua sisi jalan. Licinnya permukaan jalan akibat endapan lumpur sisa material dari kawasan perbukitan di sekitarnya dinilai menjadi pemicu utama tingginya risiko kecelakaan lalu lintas di titik tersebut.
Sejumlah warga setempat dan para relawan secara swadaya terpaksa turun ke jalan di tengah guyuran hujan untuk membantu mengarahkan para pengendara yang terjebak dalam situasi sulit tersebut. Aksi simpatik ini dilakukan guna mencegah adanya pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor, yang terperosok ke dalam lubang jalan yang tidak terlihat akibat tertutup luapan air keruh.
Kondisi ini memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat yang menilai bahwa banjir di kawasan Watusampu bukan semata-mata karena faktor alam atau curah hujan semata. Keberadaan aktivitas penambangan batuan dan pasir (Galian C) di sepanjang perbukitan jalur tersebut diduga kuat memberikan kontribusi besar terhadap terjadinya degradasi lingkungan yang memperparah dampak banjir.
Galian C yang berada di sisi jalan dinilai telah mengubah bentang alam dan mengurangi daerah resapan air, sehingga saat hujan lebat tiba, air dari puncak bukit langsung meluncur bebas membawa material lumpur ke dataran rendah. Pola penataan lingkungan dan pengawasan amdal terhadap korporasi yang bergerak di wilayah tersebut kini kembali dipertanyakan efektivitasnya oleh publik.
Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya penanganan taktis jangka panjang dari instansi terkait untuk menguras material lumpur maupun memperbaiki sistem pembuangan air di sekitar lokasi kejadian. Pengabaian yang berlarut-larut dikhawatirkan akan membuat jalur urat nadi perekonomian antara Palu dan Donggala ini lumpuh total jika cuaca buruk terus melanda wilayah Sulawesi Tengah.
Masyarakat dan pengguna jalan mendesak Dinas Pekerjaan Umum (PU), Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), serta dinas lingkungan hidup setempat untuk segera turun tangan melakukan langkah normalisasi yang komprehensif. Perlu adanya evaluasi total terhadap saluran drainase dan pembuatan kolam retensi (sedimen) agar air dari wilayah perbukitan tidak langsung menghantam fasilitas jalan umum.
Selain infrastruktur fisik, instansi yang berwenang mengeluarkan izin usaha pertambangan juga diminta untuk lebih memperketat pengawasan terhadap kewajiban reklamasi dan pengelolaan lingkungan oleh para pengusaha Galian C. Penegakan hukum yang tegas dinilai menjadi kunci utama agar aktivitas investasi tidak mengorbankan keselamatan dan kenyamanan hak-hak publik di jalan raya.
Sementara itu, para sopir angkutan logistik yang saban hari melintasi jalur ini mengeluhkan kerugian waktu dan material akibat hambatan banjir yang kerap berulang tanpa adanya solusi permanen dari pemerintah daerah. Mereka berharap ada posko siaga bencana di titik-titik rawan sepanjang jalur Watusampu guna mempercepat evakuasi jika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.
Di sisi lain, aparat kepolisian lalu lintas setempat mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan untuk sementara waktu menunda perjalanan jika terjadi hujan lebat, atau meningkatkan kewaspadaan ekstra saat melintas. Menjaga jarak aman antar-kendaraan dan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima menjadi langkah preventif yang sangat dianjurkan saat ini.
Komitmen pemerintah daerah dan pemangku kebijakan dalam menuntaskan persoalan menahun di kawasan Galian C Watusampu ini kini sedang diuji di mata publik. Langkah konkret dan sinergi lintas sektoral sangat dinantikan agar jalur Trans Palu-Donggala tidak lagi menjadi momok menakutkan yang mengancam nyawa para pelintas di setiap musim penghujan






