SUMBA TIMUR, BTN — Pesan keras datang dari pucuk pimpinan Polres Sumba Timur. Apel Jam Pimpinan yang dipimpin Kapolres Sumba Timur AKBP Nanang Wahyudi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Senin (28/9/2026) pagi, bukan sekadar rutinitas berdiri dalam barisan.
Di halaman Apel Polres Sumba Timur, Kapolres menegaskan empat garis besar yang menjadi perhatian seluruh personel: disiplin, profesionalisme, sikap humanis, serta menjauhi pelanggaran.
Arahan itu menjadi penekanan internal agar setiap anggota tidak bekerja sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi benar-benar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Disiplin harus menjadi fondasi. Profesionalisme harus menjadi standar. Humanisme harus menjadi cara menghadapi masyarakat. Sedangkan pelanggaran harus dijauhi.
Kapolres meminta seluruh personel bekerja secara disiplin dan melaksanakan tugas secara profesional. Dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat, anggota juga diminta tetap mengedepankan sikap humanis.
Namun, ada satu pesan yang tak kalah tegas: hindari dan jauhi pelanggaran yang dapat merugikan institusi maupun diri sendiri.
Pesan tersebut menempatkan kedisiplinan internal sebagai bagian penting dalam menjaga marwah institusi kepolisian. Sebab, pelaksanaan tugas di lapangan tidak hanya diukur dari tindakan terhadap masyarakat, tetapi juga dari bagaimana setiap personel menjaga sikap dan tanggung jawabnya sebagai anggota Polri.
Apel Jam Pimpinan pun menjadi momentum untuk kembali mengingatkan seluruh jajaran bahwa seragam kepolisian membawa tanggung jawab besar.
Ketika disiplin runtuh, tugas bisa kehilangan arah. Ketika profesionalisme diabaikan, pelayanan dapat dipertanyakan. Dan ketika pelanggaran dibiarkan, institusi yang menanggung akibatnya.
Karena itu, arahan Kapolres menjadi penegasan agar seluruh personel Polres Sumba Timur tetap berada dalam koridor disiplin, profesional, humanis, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas.
Apel selesai, tetapi pesan Kapolres tidak boleh berhenti di halaman apel. Ujian sesungguhnya adalah ketika setiap anggota kembali ke lapangan dan berhadapan langsung dengan masyarakat.
Piter Kabiro, Sumba Timur






