BANGGAI KEPULAUAN –BTN 05/02/2026- Merespons pemberatan hukuman bagi para terdakwa kasus PPPK, publik kini menuntut keadilan yang menyeluruh. Kasus ini bukan sekedar kesalahan administratif biasa, melainkan dugaan konspirasi sistematis yang melibatkan pemegang otoritas di tingkat sekolah hingga Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
Salah satu preseden yang paling mencolok adalah apa yang terjadi di Sekolah Binuntuli. Sangat janggal dan mencederai rasa keadilan jika pemberi rekomendasi masih bebas berkeliaran, sementara dampak dari rekomendasi tersebut telah merusak sistem seleksi negara
Jika Kepala Sekolah tidak mengeluarkan rekomendasi yang menyatakan oknum tersebut bekerja sebagai tenaga honorer (padahal fiktif/siluman), maka proses pendaftaran tidak akan pernah bisa dimulai. Kepala Sekolah adalah “pintu masuk” pertama pelanggaran ini.
Rekomendasi sekolah tidak akan menjadi tiket kelulusan tanpa adanya persetujuan dan verifikasi dari Kabid Pengadaan di BKD. Tanpa “lampu hijau” dari BKD, mustahil PPPK siluman ini bisa lolos seleksi.
Publik mempertanyakan mengapa 4 orang yang telah dinyatakan lulus dalam seleksi PPPK tersebut hingga kini tidak diproses hukum? Mereka adalah penikmat langsung dari tindak pidana ini dan harus turut dimintai pertanggungjawaban.
Kami mendesak aparat penegak hukum untuk tidak berhenti pada pelaku lapangan. Demi supremasi hukum, kami meminta agar.
Seret Pelaku Utama & Pembuat Rekomendasi.Tangkap dan proses hukum Kepala Sekolah yang mengeluarkan data fiktif serta Kepala BKD dan Kabid Pengadaan BKD yang meloloskan berkas tersebut.
Segera periksa dan proses hukum 4 oknum yang lulus melalui jalur “siluman” ini.Jangan jadikan staf bawahan sebagai tumbal. Aktor intelektual yang memegang stempel dan tanda tangan rekomendasi adalah pelaku utama yang sebenarnya.
”PPPK Siluman ini tidak akan pernah ada jika tidak ada kerja sama antara pemberi rekomendasi di sekolah dan verifikator di BKD. Jika Kepala Sekolah tidak berbohong dalam suratnya, dan BKD menjalankan fungsinya dengan jujur, kejahatan ini mustahil terjadi. Kami meminta Jaksa dan Polisi menyeret seluruh mata rantai ini tanpa pandang bulu!”
#TangkapAktorIntelektual #UsutBKDBangkep #KeadilanUntukHonorer #BerantasTipikornews






