Scroll Untuk Lanjut Membaca

​BOYOMOUTE, BTN – Ada wujud pengabdian yang tak memicu riuh suara, tetapi gaungnya bergema nyata melalui tindakan. Di tengah hiruk-pikuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Boyomoute, Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan, Minggu (23/8/2026), Serda Jaudin membuktikan bahwa keberadaan TNI di tengah warga bukan sekedar formalitas, melainkan wujud kemanunggalan yang berakar kuat pada nilai gotong royong.

​Di bawah jejaring rangka bangunan yang masih berproses, Babinsa Koramil 1308-11/Liang tersebut menyingsingkan lengan baju dan berpeluh keringat bersama warga. Kehadirannya di lokasi pembangunan fisik fasilitas ekonomi desa ini tidak sekedar memenuhi kewajiban tugas, melainkan didorong oleh rasa kepedulian yang mendalam untuk menyokong program penguatan ekonomi masyarakat dari tingkat tapak.

​Di sinilah hakekat pengabdian menemukan bentuk terindahnya. Serda Jaudin enggan hanya menjadi penonton di pinggir lapangan yang menyaksikan masyarakatnya bersusah payah. Ia memilih menyatukan langkah, mengulurkan tangan, dan menyumbangkan tenaga secara sukarela demi memastikan impian warga Boyomoute memiliki wadah ekonomi mandiri dapat segera terwujud.

​Langkah nyata Serda Jaudin menjadi penanda bahwa perubahan besar kerap kali lahir dari kesederhanaan. Bukan panggung megah atau seremoni bernaskah yang dibutuhkan masyarakat, melainkan kesediaan seorang prajurit untuk hadir, mendengarkan, serta bekerja berdampingan dengan ketulusan hati.

​”Program Koperasi Merah Putih ini merupakan pijakan penting dalam memperkuat benteng ekonomi warga dari tingkat desa. Namun, kita harus ingat bahwa keberhasilannya tidak hanya diukur dari berdirinya dinding dan atap bangunan, melainkan dari sejauh mana koperasi ini dikelola secara profesional, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan,” ujar Serda Jaudin di sela-sela kegiatannya.

​Ia menegaskan bahwa pembangunan fisik harus senantiasa beriringan dengan penyiapan mentalitas serta kualitas sumber daya manusia pengelolanya. Menurutnya, masyarakat perlu menanamkan rasa memiliki yang kuat agar koperasi ini kelak benar-benar menjadi motor penggerak kesejahteraan bersama, bukan sekedar simbol pembangunan semata.

​Aksi yang ditunjukkan di Desa Boyomoute ini membawa pesan moral mendalam bahwa program strategis pemerintah hanya akan berdampak optimal bila disiram oleh semangat kebersamaan. Sinergi antara TNI dan rakyat dalam pembangunan ini menjadi fondasi kokoh bagi terciptanya kemandirian desa.

​”Pekerjaan berat tidak akan terasa membumbung tinggi jika kita pikul bersama-sama. Sebaliknya, hal kecil yang kita kerjakan dengan ketulusan hari ini dapat menjadi batu pijakan utama menuju cita-cita kemakmuran yang lebih besar,” ungkap Jaudin dengan nada penuh optimisme.

​Dari sudut Desa Boyomoute, Kecamatan Liang, sinar keteladanan itu terpancar jelas. Keputusan Serda Jaudin untuk ikut berbaur meratakan tanah dan mengangkat material menjadi pengingat mulia bahwa pengabdian tertinggi adalah pengabdian yang dampaknya langsung menyentuh kulit dan denyut nadi kehidupan masyarakat.

​Kini, setiap ayunan cangkul dan peluh yang menetes di lokasi pembangunan Koperasi Merah Putih Boyomoute menjadi bagian dari narasi panjang menuju kemandirian ekonomi desa. Sebab pada akhirnya, keberhasilan sebuah pembangunan bukan hanya tentang megahnya bangunan yang berdiri, melainkan tentang harapan dan kehidupan yang berhasil ditumbuhkan di dalamnya.

(JEIN BTN)