Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sumba Timur, NTT, BTN — Aliansi mahasiswa bersama masyarakat menggelar aksi unjuk rasa dengan tajuk “Sumba Timur Bukan Tanah Tambang” sebagai bentuk penolakan terhadap aktivitas pertambangan emas di wilayah Sumba Timur, khususnya di Desa Wangga Meti, Kecamatan Matawai Lapawu. 7/05/2016

Aksi dimulai dari Polres Sumba Timur dan dilanjutkan dengan long march menuju kantor DPRD Sumba Timur sebagai bentuk penyampaian aspirasi secara langsung kepada para pemangku kebijakan.

Aksi ini merupakan respon atas kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang emas di kawasan Gunung Wangga Meti. Warga menilai bahwa pertambangan akan mengancam keberlanjutan sumber air, merusak hutan, serta menghancurkan lahan pertanian yang menjadi sumber kehidupan utama masyarakat.

Tuntutan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat:

Menolak secara tegas seluruh aktivitas pertambangan emas di Sumba Timur.

Mendesak pemerintah daerah untuk segera menghentikan segala bentuk aktivitas tambang, terutama di kawasan Gunung Wangga Meti.

Menuntut perlindungan terhadap lingkungan hidup dan sumber daya alam sebagai hak dasar masyarakat.

Meminta transparansi dan pelibatan masyarakat dalam setiap kebijakan terkait pengelolaan sumber daya alam.

Dalam aksi tersebut, massa menegaskan bahwa Sumba Timur bukanlah wilayah yang diperuntukkan bagi eksploitasi tambang, melainkan ruang hidup yang harus dijaga keberlanjutannya.

“Sumba Timur bukan tanah tambang. Kami akan terus bergerak dan melawan segala bentuk perusakan lingkungan,” tegas salah satu perwakilan massa aksi.

Aliansi juga menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam menjaga tanah Sumba dari ancaman eksploitasi yang merusak, serta mendesak pemerintah agar berpihak pada kepentingan rakyat dan kelestarian lingkungan.

Aksi berlangsung secara damai dengan pengawalan aparat keamanan hingga tiba di kantor DPRD Sumba Timur.