Scroll Untuk Lanjut Membaca

SUMBA TIMUR, NTT, BTN — Pulau Sumba kembali memperlihatkan keajaiban alam yang seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah. Di Desa Pambotanjara, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, terdapat sebuah destinasi alam unik yang dikenal masyarakat sebagai Bukit Raksasa Tidur. 15/08/2026

Formasi perbukitan tersebut memiliki kontur yang menyerupai sosok raksasa sedang terbaring. Keunikannya bukan hanya menjadi daya tarik visual, tetapi juga menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alam yang mampu menarik wisatawan lokal hingga mancanegara.

Yang membuatnya semakin strategis, Bukit Raksasa Tidur berada tepat di sisi jalan raya yang menghubungkan Sumba Timur dengan wilayah tiga kabupaten di Sumba Barat. Posisi ini menjadi keuntungan besar karena destinasi tersebut relatif mudah terlihat dan dapat menjadi titik singgah bagi wisatawan yang melintas.

Namun ironisnya, potensi sebesar itu disebut belum mendapatkan perhatian yang serius dari Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Timur.

Padahal, jika dikelola secara profesional tanpa merusak keaslian alamnya, Bukit Raksasa Tidur berpeluang menjadi salah satu ikon wisata baru Sumba Timur.

Pemerintah daerah tidak perlu membangun sesuatu yang berlebihan. Yang dibutuhkan antara lain penataan kawasan, akses yang aman, tempat parkir, papan informasi, spot pandang, kebersihan, promosi digital serta pelibatan masyarakat sekitar.

Jangan sampai pemerintah sibuk mencari destinasi wisata baru, sementara destinasi yang sudah diberikan Tuhan justru dibiarkan begitu saja.

Bukit Raksasa Tidur bukan sekedar bukit. Jika dikelola dengan serius, kawasan ini bisa menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan lebih luas keindahan alam Sumba Timur kepada Indonesia dan dunia.

Potensi ekonomi masyarakat pun terbuka. Kehadiran wisatawan dapat menggerakkan UMKM, kuliner lokal, jasa pemandu, transportasi hingga produk kerajinan masyarakat.

Karena itu, perhatian Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, khususnya Dinas Pariwisata, sangat dibutuhkan. Pemerintah tidak cukup hanya memiliki program pariwisata di atas kertas. Potensi wisata yang berada di depan mata harus disentuh, dirawat dan dipromosikan.

Jika dibiarkan tanpa pengelolaan, Bukit Raksasa Tidur hanya akan menjadi pemandangan yang dilewati kendaraan setiap hari.

Tetapi jika dirawat dan dipoles tanpa menghilangkan karakter alaminya, bukan tidak mungkin Bukit Raksasa Tidur menjadi salah satu destinasi unggulan Sumba Timur yang mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanegara.

Tuhan sudah memberikan keindahannya. Sekarang pertanyaannya. kapan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur serius mengelolanya?

Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

Piter Kabiro, Sumba Timur