LOURA, SBD – Tim medis Puskesmas Radamata bergerak cepat melakukan langkah preventif dengan menggelar aksi pemeriksaan malaria secara gratis bagi masyarakat di Dusun 4, Desa Karuni, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Kamis (25/6/2026). Kegiatan kemanusiaan ini dipusatkan di kediaman Ketua Kader Posyandu setempat guna mempermudah akses jangkauan warga.
Berdasarkan pantauan langsung media di lokasi, puluhan warga tampak sangat antusias mengantre secara tertib untuk mengikuti jalannya pemeriksaan kesehatan sejak pagi hari. Layanan kesehatan jemput bola ini menyasar seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali, mulai dari bayi usia 0 bulan, balita, anak-anak usia sekolah, kelompok dewasa, hingga para lansia.
Dalam pelaksanaannya, petugas medis melakukan pengambilan sampel darah dari ujung jari warga. Sampel tersebut kemudian diuji menggunakan dua metode akurat sekaligus, yaitu metode Rapid Diagnostic Test (RDT) malaria untuk hasil cepat, serta metode konvensional menggunakan mikroskop guna memastikan diagnosis yang lebih valid.
Salah satu tim medis Puskesmas Radamata, DB, menjelaskan bahwa kegiatan skrining massal ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini sekaligus memutus rantai penularan malaria. Terlebih, wilayah kerja Puskesmas Radamata sejauh ini memang masih tergolong sebagai salah satu daerah dengan status endemis malaria.
“Malaria saat ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup serius di wilayah Sumba Barat Daya. Oleh karena itu, kami sengaja turun langsung ke dusun-dusun untuk melakukan sistem jemput bola. Apabila nanti ditemukan warga yang positif, mereka akan langsung mendapatkan pengobatan gratis sesuai standar,” ujar DB kepada awak media.
Dirinya juga memberikan penegasan agar warga tidak perlu merasa cemas atau takut terkait masalah administrasi dan biaya. DB menjamin bahwa seluruh rangkaian pemeriksaan hingga pemberian obat-obatan dilakukan secara cuma-cuma karena telah didukung penuh oleh program jaminan kesehatan pemerintah.
“Semua pelayanan ini murni gratis untuk masyarakat. Kami mengimbau agar warga tidak perlu takut untuk memeriksakan diri. Semakin cepat penyakit ini diketahui, maka semakin cepat pula penanganannya medisnya, sehingga pasien bisa terhindar dari risiko komplikasi yang berbahaya,” tambahnya dengan penuh ramah.
Selain memberikan pelayanan medis, tim dari Puskesmas Radamata juga memanfaatkan momentum ini untuk memberikan edukasi mendalam mengenai pencegahan malaria melalui prinsip 3M Plus. Langkah ini dinilai sangat krusial mengingat kebersihan lingkungan menjadi kunci utama dalam memberantas sarang nyamuk Anopheles.
Warga diajak untuk menerapkan gerakan Menguras penampungan air dan menutupnya rapat-rapat, Mengubur barang bekas yang berpotensi menampung air hujan, serta Mendaur ulang limbah di sekitar rumah. Adapun poin ‘Plus’ yang ditekankan adalah kewajiban menggunakan kelambu saat tidur, memasang kawat kasa di ventilasi, menghindari kebiasaan menggantung baju, serta rutin memakai losion anti nyamuk.
Apresiasi yang tinggi pun datang dari Ketua Kader Dusun 4, Yohana R. Ngongo, yang menilai kegiatan ini sangat membantu meringankan beban masyarakat kecil. Menurutnya, kehadiran tim medis ke tengah-tengah dusun membuat warga tidak perlu lagi mengeluarkan ongkos transportasi dan waktu ekstra untuk pergi jauh ke puskesmas induk.
“Warga di sini merasa sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan ini, apalagi di Dusun 4 banyak sekali anak kecil dan orang tua lanjut usia yang sudah kesulitan untuk berjalan jauh. Tercatat hampir 100 orang warga yang berhasil diperiksa hari ini, dan untuk sampel darah yang membutuhkan uji laboratorium lebih lanjut akan disampaikan hasilnya dalam dua hingga tiga hari ke depan,” jelas Yohana.
Pihak manajemen Puskesmas Radamata berharap aksi proaktif ini dapat menekan angka kesakitan akibat malaria secara signifikan di Kecamatan Loura, khususnya di Desa Karuni. Komitmen pelayanan ini dipastikan akan terus berlanjut, di mana Puskesmas Radamata menjadwalkan skrining gratis serupa ke dusun-dusun lain di wilayah kerjanya secara berkala sepanjang tahun 2026.
Kabiro SBD: EMAN LEDU






