Scroll Untuk Lanjut Membaca

SUMBA TENGAH,, BTN — 24 Agustus 2026 — Persoalan pelayanan air bersih di Kabupaten Sumba Tengah kembali menjadi sorotan. Berdasarkan pantauan Media Berantas Tipikor New, aliran air dari jaringan SPAM Sotu dan Waipalu disebut tidak mengalir sebagaimana yang diharapkan, sehingga memicu keluhan dari masyarakat.

Di tengah kondisi tersebut, UPTD PAM Kabupaten Sumba Tengah melakukan monitoring dan pengontrolan jaringan pipa SPAM Sotu dan Waipalu, Senin (24/8/2026).

Keluhan masyarakat menjadi alarm serius bagi pengelola layanan air bersih. Sebab, air bersih bukan fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan dasar yang menyangkut kehidupan sehari-hari masyarakat.

Pertanyaannya kini sederhana: apa penyebab air tidak mengalir, di mana letak gangguannya, dan kapan masyarakat kembali mendapatkan pelayanan air secara normal?

Monitoring lapangan tentu penting. Namun, masyarakat tidak hanya membutuhkan pemeriksaan jaringan. Mereka membutuhkan tindakan nyata dan solusi cepat terhadap persoalan yang terjadi.

UPTD PAM Sumba Tengah dituntut terbuka menjelaskan kondisi sebenarnya di lapangan, termasuk apakah terdapat kerusakan pipa, kebocoran, gangguan teknis, persoalan sumber air, atau faktor lain yang menyebabkan distribusi tidak berjalan normal.

Pemerintah daerah juga perlu memastikan persoalan tersebut tidak berlarut-larut. Jangan sampai masyarakat terus menunggu sementara pelayanan air bersih yang menjadi hak kebutuhan dasar mereka belum terpenuhi.

Media Berantas Tipikor New menilai persoalan ini perlu mendapat perhatian serius. Monitoring jangan berhenti pada pengecekan pipa. Ukuran keberhasilan pelayanan adalah ketika air benar-benar kembali mengalir ke masyarakat.

Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan air bersih yang layak, transparan, dan berkelanjutan.