Scroll Untuk Lanjut Membaca

​SUMBA BARAT DAYA, BTN – Ironi memilukan menyelimuti Desa Watu Wona, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT). 26/11/2025

Di tengah derasnya kucuran Dana Desa (DD) yang seharusnya dialokasikan untuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, seorang warga, Mama Tiala Llolo (57), justru ditemukan hidup dalam kondisi yang sangat tidak layak.

​Mama Tiala, seorang janda dengan status Cerai Mati, merupakan penduduk sah Desa Watu Wona, beralamat di Ponga Danga, dan sehari-hari bekerja sebagai Petani/Pekebun (sesuai NIK 5318075011680002).

​Kontradiksi Dana Desa dan Realita Warga,
​Kondisi rumah Mama Tiala menjadi bukti telanjang dugaan kelalaian sistematis dalam pengelolaan Dana Desa selama bertahun-tahun.

Bangunan rumah panggung berbahan kayu dan bambu yang dihuni Mama Tiala tampak reot dan lapuk. Atapnya darurat ditutup terpal plastik, menyingkap fakta bahwa rumah tersebut nyaris tak tersentuh program bantuan perumahan yang semestinya menjadi prioritas utama.

​Pertanyaan kritis muncul.Kemana saja alokasi Dana Desa Desa Watu Wona dari tahun ke tahun, terutama yang diperuntukkan bagi program bedah rumah atau peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin?

​Jelas terlihat bahwa prioritas pembangunan desa yang diamanatkan Undang-Undang, khususnya untuk pengentasan kemiskinan dan penyediaan hunian layak, patut diduga kuat tidak berjalan efektif atau bahkan disalahgunakan.

​ *Dugaan Kelalaian Kepala Desa dan Camat serta BPD Desa.*

​Kondisi Mama Tiala Llolo ini mengindikasikan adanya kelalaian berat yang melibatkan tiga level pimpinan wilayah.
​Kepala Desa Watu Wona,Diduga lalai dalam menjalankan amanah Dana Desa untuk mensejahterakan warganya yang paling membutuhkan.

Kepala Desa wajib mendata dan memastikan warganya yang hidup di bawah garis kemiskinan mendapatkan intervensi segera dari anggaran desa. Kelalaian ini mencerminkan dugaan ketidakmampuan atau ketidakpedulian Kepala Desa terhadap kondisi nyata di lapangan.

​Camat Kodi.Patut diduga lalai dalam fungsi pengawasan dan pembinaan terhadap Kepala Desa Watu Wona. Camat memiliki tanggung jawab untuk memonitor dan mengevaluasi penggunaan Dana Desa agar tepat sasaran.

Jika kondisi warga seperti Mama Tila masih luput dari perhatian, maka ini menunjukkan lemahnya sistem kontrol di tingkat kecamatan.
​WArga meminta pihak Inspektorat agar secepatnya menginvestigasi atau respons cepat.

“Kasus Mama Tila Lolo ini harus menjadi alarm keras bagi Pemerintah Daerah SBD dan aparat penegak hukum untuk segera menginvestigasi transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Dana Desa di Desa Watu Wona.

Kesejahteraan rakyat, bukan hanya proyek infrastruktur, adalah tolak ukur utama keberhasilan seorang pemimpin desa.yaitu kepala desa