Scroll Untuk Lanjut Membaca

​ADELAIDE, AUSTRALIA, BTN – Sebuah pemandangan haru tersaji di halaman University of Adelaide. Di antara ribuan wisudawan dari berbagai belahan dunia, tampak sosok pemuda kebanggaan Sulawesi Tengah, Hanafi Yabie. Mengenakan toga kebesarannya, senyum Hanafi hari ini bukan sekedar perayaan kelulusan, melainkan simbol kemenangan atas sebuah mimpi besar yang lahir dari keterbatasan. 16/04/2026

​Hanafi membuktikan bahwa jarak antara desa terpencil dan panggung internasional hanyalah soal tekad. Berawal dari Apal, sebuah desa di ujung timur Sulawesi, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), perjalanannya menuju Australia adalah narasi tentang keteguhan hati yang luar biasa.

​Melampaui Keterbatasan Geografis

​Bagi Hanafi, perjalanan dari Bangkep menuju Adelaide adalah perjalanan ribuan mil yang penuh tantangan. Ia tidak menampik bahwa ada momen-momen berat di mana rindu dan lelah hampir membuatnya goyah.

​”Perjalanan ini tidak mudah. Ada air mata yang jatuh diam-diam dan rindu yang tak selalu terucap. Namun, setiap langkah kecil yang dipaksakan maju meski berat, akhirnya membawa saya berdiri di sini hari ini,” ungkap Hanafi dengan penuh haru.

​Pesan Motivasi: Asal Bukan Batasan

​Keberhasilan ini ia dedikasikan sebagai pengingat bagi seluruh anak muda yang saat ini masih berjuang di tengah keterbatasan sarana maupun ekonomi. Baginya, latar belakang seseorang bukanlah penghalang, melainkan bahan bakar untuk menciptakan cerita yang luar biasa.

​Tiga Pesan Utama Hanafi Yabie untuk Generasi Muda:

​Jangan Biarkan Mimpi Padam: Gelar hanyalah simbol, namun semangat untuk terus belajar adalah mesin utamanya.

​Asal Bukan Batasan: Menjadi anak daerah bukan berarti memiliki masa depan yang terbatas. Justru dari daerah, kita membawa identitas unik ke panggung dunia.

​Hargai Langkah Kecil: Masa depan yang besar dibangun dari keputusan-keputusan kecil untuk tidak menyerah setiap harinya.

​Awal dari Pengabdian Baru

​Wisuda ini bukanlah garis finish. Bagi Hanafi, ini adalah babak baru untuk memberikan kontribusi yang lebih besar bagi tanah kelahirannya. Dengan ilmu yang diraih di Australia, ia berharap dapat menginspirasi lebih banyak “anak pulau” lainnya untuk berani menatap dunia.

​”Terima kasih untuk semua doa dan dukungan. Ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan pengabdian berikutnya,” tutupnya.

​Tentang Hanafi Yabie:

Seorang putra daerah asal Desa Apal, Banggai Kepulauan, yang baru saja menyelesaikan studinya di The University of Adelaide, Australia, salah satu universitas bergengsi di dunia. Kisahnya kini menjadi inspirasi bagi banyak pemuda di Sulawesi Tengah untuk terus mengejar beasiswa dan pendidikan tinggi hingga ke mancanegara.

 

Jein