PELING TENGAH, BANGKEP – BTN 11/03/2026-Sebuah ancaman serius tengah menghantui keselamatan warga di Kecamatan Peling Tengah. Ruas jalan utama yang menghubungkan Desa Kolak dan Desa Balombong kini berada dalam kondisi kritis akibat abrasi ekstrem. Infrastruktur yang seharusnya menjadi urat nadi mobilitas warga, kini berubah menjadi jalur maut yang siap menelan korban jiwa kapan saja.
Hasil investigasi dan pantauan visual di lokasi menunjukkan pemandangan yang mengerikan. Gempuran ombak laut telah mengikis habis fondasi tanah di bawah badan jalan, menyisakan lapisan aspal yang “menggantung” tanpa penyangga sama sekali (void).
Pengikisan tanah terpantau telah mencapai lebih dari separuh lebar badan jalan. Kondisi ini bukan sekedar kerusakan jalan biasa, melainkan ancaman amblas total. Kendaraan roda empat, terutama angkutan logistik bermuatan berat yang melintas, kini berada dalam risiko tinggi terperosok ke dalam lubang abrasi yang dalam.
Dampak kerusakan ini tidak berhenti pada masalah transportasi. Abrasi yang kian liar telah mengekspos jaringan pipa saluran air bersih yang tertanam di bahu jalan. Saat ini, pipa-pipa tersebut tergeletak terbuka di atas pasir pantai, dihantam ombak dan tumpukan sampah laut secara terus-menerus.
Jika pipa ini pecah akibat hantaman material laut, ribuan warga di Desa Kolak dan Desa Balombong terancam kehilangan akses air bersih. Hal ini berpotensi memicu krisis sanitasi dan kesehatan masyarakat di kedua desa tersebut.
Ruas jalan ini adalah jalur strategis bagi masyarakat dari wilayah Buko, Buko Selatan, hingga kawasan Bulagi Bersaudara. Sebagai pusat transportasi, kerusakan ini secara langsung menghambat distribusi barang kebutuhan pokok dan mobilitas ekonomi warga.
Kondisi semakin mencekam pada malam hari. Minimnya penerangan jalan (PJU) dan ketiadaan rambu peringatan yang memadai di titik kerusakan membuat para pengendara harus bertaruh nyawa. Saat cuaca buruk dan jarak pandang terbatas, ruas ini menjadi jebakan mematikan bagi siapa pun yang melintas.
Keresahan mendalam dirasakan oleh warga setempat. Mereka merasa ditinggalkan dalam kondisi yang mengancam keselamatan sehari-hari.
“Kondisi ini sudah sangat memprihatinkan. Kami mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan untuk segera mengambil langkah taktis dan respons cepat. Jangan hanya diam atau menunggu jatuh korban jiwa baru bertindak. Ini adalah urusan nyawa dan kelangsungan hidup warga kami,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.
Masyarakat menuntut adanya penanganan darurat, mulai dari pembangunan talud penahan abrasi yang permanen hingga perbaikan struktur jalan agar akses antar-desa ini tidak terputus total (terisolasi).
Jein






