Longkoga Timur Berantastipikornews.co.id–Pekerjaan Proyek Reboisasi Yang bersumber Dari Dana APBN tahun Anggaran 2024 Di Desa Longkoga Timur Kecamatan Bualemo Gagal Total.diduga kuat pekerjaannya di Kerjakan secara Amburadul Sehingga Gagal Total, Aparat Penegak Hukum diminta menindak tegas terhadap Kelompok dan PPK Dalam Proyek Tersebut.segera Periksa Oknum Oknum di Dinas Lingkungan Hidup yang diduga terlibat dalam kasus ini. harus ada Tindakan tegas Jangan Ada Tebang Pilih.
Pekerjaan Proyek Reboisasi pantai Desa Longkoga Timur Kecamatan Bualemo,Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah,Hanya Menjadi Momok dikalangan Masyarakat Desa Longkoga Timur. diduga disaat pekerjaan berlanjut tidak ada bagian teknis yang mengawasi disaat Proyek sedang Berjalan,sehingga proyek reboisasi yang Bersumber dari dana APBN Melalui Dinas Lingkungan hidup Kabupaten Banggai. dikerjakan asal – asalan (Amburadul) maka dari itu,pekerjaannya patut diduga Gagal Total (Gatot).
Proyek Tersebut dikerjakan Melalui Kelompok Kerja,yang beranggotakan sepuluh orang ini.tidak memasang Papan Proyek,Sehingga ada diduga Proyek tersebut Siluman.yang masuk di Desa Longkoga Timur ditahun 2024 silam.” proyek tersebut mulai dari penanaman sampai dengan pemagaran tidak melibatkan tokoh masyarakat yang ada di Desa Longkoga Timur,dan pengawas bagian teknis dari dinas Lingkungan Hidup sehingga pekerjaan yang bersumber dari Dana APBN gagal total.Ucap Sumber yang tidak mau disebutkan Namanya Pada Media ini,11/02/2025
Hal ini diminta,Aparat Penegak Hukum menindak tegas Oknum Oknum yang patut diduga terlibat dalam Permainan Kongkalingkong didalam Pekerjaan itu.jika dinas Terkait tidak menindak lanjuti proyek tersebut,sebagai mana harapan masyarakat kepada pemerintah,maka seharusnya dinas DLH juga turut terperiksa dan jika itu ada terdapat dugaan tindak pidana Korupsi didalamnya,seret Ke meja hijau.untuk Membuktikan bahwa Di Era Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto Tidak Segan segan Menindaki Siapa saja yang mau main main dengan Uang Negara,Sesuai Slogan Presiden RI,
“proyek ini di kerjakan langsung oleh pengurus kelompok dan tidak melibatkan anggota kelompok dan masyarakat setempat.hal ini banyak masyarakat yang sudah merasa resah dengan Kejadian ini.Sehingga Masyarakat Menanti dengan Hadirnya Penegak Hukum yang tidak tebang pilih.siapa main Api,pasti terbakar.kata Sumber,jika Aparat penegak Hukum tidak berani Menindaki Oknum Oknum tersebut,maka aparat Penegak hukum yang Menentang perintah Presiden RI.harus ada Tindakan tegas.kata sumber
Anehnya,disaat Proyek masuk dan sudah Bekerja sampai dengan saat ini masyarakat yang berada di Pinggiran pantai semua tidak mengetahui Dari mana datangnya proyek dan anggaran berapa.kami tidak mengetahuinya,dikarenakan Proyek tersebut tidak di Pajang papa informasi agar Masyarakat bisa mengetahuinya dari mana asal usul proyek tersebut,sehingga kami disini menduga ini proyek Siluman,ucapnya
Terkonfirmasi oleh Media,proyek itu di kerjakan oleh kelompok di Desa Longkoga Timur ada Nama kelompok yang di ajukan ke dinas kehutanan untuk bertanggung jawab dalam kegiatan Swakelolah tersebut.namun pernyataan tersebut terbantahkan dengan kejadian di lapangan,lebih miris lagi di lapangan,disaat pekerjaan itu sedang Berlangsung hanya terlihat dikerjakan oleh beberapa orang tertentu yang bekerja disitu.katanya
Sehingga Kami sebagai masyarakat biasa mencium aroma tidak sedap,ada berbau aroma busuk didalamnya,maka dari itu kami sangat menyayangkan program Reboisasi ini gagal Total.apalagi anggarannya melalui APBN,miris sekali.
Di konfirmasi ke Tim Teknis Program Kegiatan Reboisasi Pantai tersebut.malalui WhatsApp dengan No 08525504XXXX,”selamat malam terkait kegiatan itu silahkan bapak koordinasi dengan ketua kelompok.karena mereka yang bertanggung jawab kegiatan tersebut. mereka punya perjanjian kerja, kelompok sendiri yang tau apa yang terjadi dilapangan.tulisnya
Lanjutnya dia,” itu sampai sekarang belum ada laporan dari kelompok apa penyebab, sampe sekarang ini belum ada info dari mereka. Terangnya
Kepala Desa Longkoga Timur saat dikonfirmasi Media ini,”itu silahkan saja tanyak ke kelompok kerja.memang sejak awal masuk proyek itu,ada pemberitahuan ke saya,namun serta Pekerjaan Berlangsung sudah Mereka yang kerjakan sendiri tanpa Melibatkan Saya Sebagai Kepala Desa,ucap Kepala Desa yang akrab Sapaannya Mem.
Kelompok Kerja,sebut saja Johan saat di Konfirmasi.tidak bisa terhubung.”
sampai Berita ini tayang Kelompok Kerja belum bisa di konfirmasi untuk Keseimbangan Berita.dan tetap akan Berkordinasi dengan Aparat Penegak Hukum demi Menegakkan Supremasi Hukum di Kabupaten Banggai inj






