SUMBA BARAT DAYA, BTN – Komitmen untuk membebaskan wilayah dari ancaman penyakit malaria terus digencarkan oleh Puskesmas Walla Ndimu. Pada Sabtu (14/03/2026), Kepala Puskesmas (Kapus) Walla Ndimu, Martinus Lando Meza, S.Kep., Ns, memimpin langsung staf tenaga kesehatan (nakes) masuk ke pelosok kampung di Dusun I, Kampung Bondo Kodi, Desa Ana Lewe, Kecamatan Kodi Bangedo. 16/03/2026
Aksi jemput bola ini disambut hangat oleh warga setempat. Dengan berjalan kaki menyisuri pemukiman, tim medis melakukan pemeriksaan kesehatan secara mendalam untuk mendeteksi dini gejala malaria di tengah masyarakat.
Kepala Puskesmas Walla Ndimu, Martinus Lando Meza, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif mengingat Kampung Bondo Kodi memiliki riwayat kasus malaria.
Kami turun langsung dari rumah ke rumah untuk memastikan kondisi kesehatan warga. Mengingat di kampung ini sebelumnya pernah ditemukan warga yang terdeteksi malaria, maka pengawasan harus diperketat agar tidak menjadi wabah,” ujar Martinus saat ditemui media di lokasi pada pukul 16:00 WITA.
Tidak hanya melakukan pemeriksaan darah atau fisik, tim Puskesmas Walla Ndimu juga melakukan tindakan pencegahan di sumbernya. Para nakes menyebarkan obat pembasmi jentik nyamuk (abatisasi) ke dalam bak-bak penampungan air bersih milik warga.
Dalam kesempatan tersebut, Martinus memberikan imbauan penting terkait pengelolaan air bersih. Ia meminta warga untuk tidak terburu-buru menguras bak yang telah diberi obat pembasmi tersebut.
”Kami mengimbau warga agar bak penampungan air yang sudah diberikan obat pembasmi telur nyamuk jangan dikuras dulu sebelum tiga bulan. Ini penting agar obat bekerja efektif memutus rantai perkembangbiakan nyamuk Anopheles,” tegasnya.
Setelah menuntaskan giat di Kampung Bondo Kodi, rombongan tim medis segera bertolak menuju titik pemukiman warga lainnya di Desa Ana Lewe untuk melanjutkan misi kemanusiaan tersebut.
Laporan: Tibo (Kaperwil BTN NTT)






