BATAM, BTN — 16 Maret 2026 – Satuan Tugas Patroli Laut Bea Cukai Batam kembali menunjukkan taringnya dalam memerangi mafia rokok ilegal. Sebuah speedboat misterius tanpa nama berkekuatan “monster” 2 x 200 PK ditemukan kandas dan ditinggalkan awaknya di tengah rimbunnya hutan bakau Pulau Panjang, Kamis (12/3). Di dalamnya, petugas menemukan jutaan batang rokok ilegal yang siap merugikan kas negara.
Operasi senyap ini bermula dari hasil analisis intelijen yang tajam mengenai pergerakan mencurigakan di wilayah perairan Pulau Panjang. Satgas Patroli Laut BC-11001 yang melakukan penyisiran cepat berhasil mengendus keberadaan kapal penyelundup tersebut pada pukul 14.00 WIB dalam kondisi terjepit di rawa-rawa.
Menyadari kehadiran petugas, para pelaku diduga melarikan diri ke dalam hutan bakau (maneuver “kapal hantu”). Meski tak ditemukan awak di lokasi, petugas tidak tinggal diam. Dengan koordinasi taktis bersama Satgas BC-1001 dan kesaksian Ketua RT setempat, petugas melakukan pengepungan dan penggeledahan paksa.
Dari perut kapal, petugas mengeluarkan 1,12 juta batang rokok tanpa pita cukai dengan rincian yang fantastis:
- 640.000 Batang rokok merk H-Mind (75 karton).
- 480.000 Batang rokok merk OFO-Bold (40 karton).
Total nilai barang haram ini diperkirakan mencapai Rp1.663.200.000, dengan potensi kerugian negara yang nyaris menyentuh angka satu miliar rupiah, tepatnya Rp835.520.000.
Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Agung Widodo, dengan nada bicara tegas menyatakan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi para “pemain” barang ilegal yang merusak tatanan ekonomi nasional.
Penindakan keras ini adalah pesan nyata bagi siapa saja yang mencoba mengangkangi aturan. Kami tidak hanya mengamankan penerimaan negara, tapi kami sedang melindungi industri yang jujur dari persaingan kotor. Penyelundupan ini adalah tindakan kriminal yang melanggar Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai!” tegas Agung.
Seluruh barang bukti beserta unit speedboat kini telah diseret ke Dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang untuk proses penyidikan lebih lanjut. Bea Cukai Batam memastikan akan terus memburu otak di balik pengiriman ini dan memperketat barikade pengawasan di jalur laut yang sering menjadi “jalan tikus” para penyelundup.
Masyarakat pun diimbau untuk tidak menjadi kaki tangan para mafia dengan cara menolak distribusi maupun konsumsi rokok ilegal. Jangan korbankan negara demi keuntungan segelintir oknum penjahat cukai,” pungkasnya.






