Scroll Untuk Lanjut Membaca

WAINGAPU, BTN – Alarm keamanan kembali berbunyi di Pulau Sumba. Dugaan pencurian ternak yang berulang kali menghantui masyarakat kembali terjadi. Kali ini, tujuh ekor kerbau yang dilaporkan hilang berhasil ditemukan di kawasan perbatasan Kabupaten Sumba Timur dan Kabupaten Sumba Tengah setelah personel Polsek Lewa, Polres Sumba Timur, bersama pemilik ternak dan masyarakat melakukan pengejaran intensif pada Selasa (28/7/2026).

Keberhasilan menemukan kembali tujuh ekor kerbau memang menjadi kabar yang melegakan. Namun, di balik keberhasilan tersebut tersimpan persoalan yang jauh lebih besar. Mengapa dugaan pencurian ternak masih terus terjadi? Mengapa pelaku diduga mampu membawa ternak hingga mendekati perbatasan kabupaten sebelum akhirnya terendus aparat dan masyarakat?

Pertanyaan itu kini menjadi sorotan publik. Masyarakat menilai kasus seperti ini tidak boleh dianggap sebagai tindak kriminal biasa. Kerbau di Pulau Sumba bukan hanya memiliki nilai ekonomi yang tinggi, tetapi juga menjadi simbol kehormatan keluarga serta bagian penting dalam berbagai ritual adat. Kehilangan satu ekor kerbau saja dapat menimbulkan kerugian puluhan juta rupiah sekaligus mengganggu pelaksanaan tradisi yang telah diwariskan turun-temurun.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, laporan kehilangan langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian. Personel Polsek Lewa bergerak cepat menyisir sejumlah jalur yang diduga menjadi lintasan pelaku bersama pemilik ternak dan masyarakat. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika tujuh ekor kerbau ditemukan di kawasan perbatasan Sumba Timur dan Sumba Tengah.

Meski demikian, penemuan ternak bukanlah akhir dari persoalan. Justru dari sinilah pekerjaan besar aparat penegak hukum dimulai. Publik berharap penyelidikan tidak berhenti pada ditemukannya barang bukti, tetapi mampu mengungkap siapa pelaku, bagaimana ternak itu dapat berpindah, serta apakah ada pihak lain yang turut membantu. Semua itu perlu dibuktikan melalui proses penyidikan yang profesional dan berdasarkan alat bukti yang sah.

Kasus ini juga menjadi peringatan keras bahwa pengamanan wilayah rawan harus diperkuat. Jalur-jalur penghubung antarkecamatan hingga perbatasan kabupaten perlu mendapat perhatian lebih melalui patroli rutin dan pengawasan yang lebih ketat. Tanpa langkah pencegahan yang konsisten, masyarakat khawatir kasus serupa akan terus berulang dan merugikan para peternak.

Keberhasilan aparat bersama masyarakat menemukan tujuh ekor kerbau patut diapresiasi. Namun, masyarakat berharap keberhasilan tersebut menjadi pintu masuk untuk mengungkap secara tuntas dugaan pencurian ini. Penegakan hukum yang tegas akan menjadi pesan bahwa tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan yang mengancam mata pencaharian dan nilai budaya masyarakat Sumba.

Kini, perhatian publik tertuju pada langkah lanjutan Polres Sumba Timur. Masyarakat menunggu hasil penyelidikan yang transparan, profesional, dan mampu memberikan kepastian hukum, sehingga rasa aman dapat kembali dirasakan para peternak dan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum semakin kuat.