Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sumba Timur, BTN — Rabu (5/8/2026) – Proyek pembangunan Jembatan Umamanu yang dikerjakan kontraktor Ongko Umbu kembali menuai sorotan. Tim Brantas Tipikor New bersama Sekretaris Desa Umamanu, Dominggus Damu Lodu, turun langsung ke lokasi setelah muncul dugaan penggunaan material yang tidak sesuai standar. 6/08/2026

Di lokasi, pekerja mengaku bahwa pada 4 Agustus 2026 Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sumba Timur telah datang dan meminta pekerjaan dihentikan sementara hingga hasil uji laboratorium di Waingapu keluar. Menurut pekerja, penghentian dilakukan setelah proyek ramai menjadi perhatian media.

Jika benar pekerjaan harus dihentikan karena material perlu diuji, publik patut bertanya: mengapa pekerjaan sudah berjalan sebelum kepastian mutu material diperoleh?

Warga yang enggan disebutkan namanya mempertanyakan penggunaan pasir yang diduga berasal dari Kali Mondu Lambi.

“Kami bangun rumah saja tidak pernah memakai pasir itu. Kok untuk jembatan yang akan dilalui kendaraan besar justru digunakan material tersebut?” ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Desa Umamanu menyatakan tidak mengetahui proses pelaksanaan proyek maupun penggunaan material. Ia juga mengaku pemerintah desa tidak mengetahui secara pasti apakah sebelumnya pernah dilibatkan dalam pelaksanaan pekerjaan.

Yang lebih mengundang tanda tanya adalah tidak ditemukannya konsultan pengawas di lokasi. Pekerja hanya mengatakan kontraktor akan datang, namun hingga sore hari yang bersangkutan tidak hadir.

Tim Brantas Tipikor New juga melihat material yang digunakan diduga berupa pasir dari Kali Mondu Lambi dan batu pelat. Kelayakan material tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium.

Seorang pekerja mengatakan mereka hanya mengerjakan material yang dikirim ke lokasi.

“Yang didrop itu yang kami kerjakan. Kami hanya pekerja yang mencari nafkah,” katanya.

Kini perhatian publik tertuju pada sistem pengawasan proyek. Jika nantinya hasil uji laboratorium menyatakan material tidak memenuhi standar, maka muncul pertanyaan serius: bagaimana material tersebut bisa digunakan dalam pekerjaan yang dibiayai uang negara? Di mana fungsi pengawasan sejak awal? Mengapa pekerjaan tetap berlangsung hingga akhirnya dihentikan sementara setelah menjadi sorotan publik?

Masyarakat berharap Dinas PUPR, kontraktor, dan konsultan pengawas memberikan penjelasan terbuka agar tidak muncul dugaan bahwa pengawasan proyek infrastruktur dilakukan secara longgar. Mengingat proyek jembatan menyangkut keselamatan masyarakat dan menggunakan anggaran negara, setiap tahapan pelaksanaan harus dapat dipertanggungjawabkan.

Hingga berita ini diterbitkan, hasil uji laboratorium belum diumumkan secara resmi. Brantas Tipikor New masih berupaya memperoleh konfirmasi dari kontraktor, konsultan pengawas, dan Dinas PUPR Kabupaten Sumba Timur.

Piter Kabiro, Sumba Timur