Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kodi, Sumba Barat Daya, BTN – Rumah sakit adalah tempat terbaik untuk melahirkan. Selain karena fasilitas yang lengkap, tenaga kesehatan terbaik untuk membantu persalinan juga yang ditempatkan di rumah sakit. 16/03/2026

Namun, tidak semua rumah sakit bisa menampung pasien dalam kondisi berat atau kritis, Bunda. Setidaknya itulah yang dialami seorang bunda dari Desa’ Ana Engge Kecamatan Kodi Kabupaten Sumba Barat daya, Provinsi Nusa tenggara Timur . Ia terpaksa melahirkan di ambulans setelah ditolak bersalin di rumah sakt Karitas Waiitabula SBD

, sebuah laporan Yang terima Media BTN pada pukul 12:42 Pada Beberap silam hari pada tanggal 10 Maret 2026 Laporan yang berasal dari Keluarga Korban tentang seorang perempuan berusia 34 tahun n, yang sedang hamil 34 minggu, akan melahirkan di dalam perjalana tepat di wilayah Desa kendu Wela’ . kecamatan kodi Utara

Pasien pun dibawa dengan ambulans untuk menuju ke sana. Tetapi, kondisi ibu hamil itu semakin memburuk karena ia merasakan sakit persalinan yang hebat.

Akibatnya, petugas terpaksa melakukan persalinan darurat di dalam ambulans. Perempuan itu lantas melahirkan bayi Perempuan pada pukul 21.00.wita pada hari itu atau sekitar 1 jam 30 menit setelah dalam perjalan menuju RS. Karitas Waitabula

Pada pukul 21.36, ibu dan bayi dilarikan ke Puskemas Bila Cenge untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Menurut laporan, Bayi tak tertolong

“Saat mencari rumah sakit untuk menerima pasien gawat darurat, kondisinya memburuk, sehingga petugas melakukan pertolongan darurat,”

Kasus ibu hamil melahirkan di ambulans karena bertolak .ke rumah sakit Karitas Waitabula tengah menjadi perhatian di Masyarakat Selatan. Di bulan Maret ini, seorang perempuan asal Kodi Ana Engge juga terpaksa melahirkan di ambulans karena tidak mendapatkan rumah sakit untuk bersalin.

Dikutip dari The Korea Herald, perempuan yang tidak diketahui identitasnya ini pingsan di Terminal 1 Bandara Internasional Incheon pada pukul 12.20 siang. Menurut Incheon Fire Services, tim penyelamat awalnya mencoba membawa perempuan ini ke Inha University Hospital.

Namun, staf rumah sakit di sana mengatakan bahwa mereka tidak dapat menerima pasien. Rumah sakit di sekitar Inha University Hospital juga tidak bisa menerima pasien hamil ini.

Perempuan berusia 34 tahun ini lalu ditempatkan dalam keadaan siaga di di atas perjalan saat petugas mencoba mencari pilihan pertolongan lainnya. Namun, ketuban perempuan ini tiba-tiba pecah dan persalinan terpaksa dilakukan di ambulans. Ia berhasil melahirkan seorang bayi perempuan

Ketika Konfirmasi Ke Dinas Kesehatan Sumba Barat daya Melalui
Kawango Hari, Rujuk Pasien Ibu hamil hingga Melahirkan di atas Ambulans

Katrina Ambu Kaka, Warga Desa’ Ana Engge, Kecamatan Kodi Sumba Barat daya saat Pergi Melahirkan di Puskesmas Kawango Hari,Pihak Bidan Melakukan Kanusutasi Ke Dokter Yang bertugas di Kawango Hari Akhirnya bertolak ke Rumah Sakit Karitas Waitabula 10 Maret 2026 tepat pukul 21.00 Wita
Dalam perjalanan Ambu Kaka , Akhirnya Melahirkan di Atas Ambulanns

Kelahiran Kalogho 1992
Kartina Yang beralamat Di Lolo Kawango,Dusun III
Bayi yang berjenis Kelamin Perempuan
Istri dari ,Thomas Dara DendoSyalom slmt pagi teman2ku. Mohon dukungan doanya anakmu sy melahirkan di perjalanan wilayah roko raka.rujuk dari kawango hari kewaitabula..begitu lahir beberapa menit perawat kawango hari langsung potong tali pusatnya sebelum ari2 melahirkanya. Ini yg kami tdk merasa puas sebagai keluarga.krn pengalaman kami sebelum ari2 melahirkanya.belum bisa potong tali pusatnya..salam sehat untuk kita untuk dapat pertimbangkan bersama demi dan utk semua.saya pihak keluarga mohon pertimbangan juga penjelasan yg benar dalam proses melakukan tugas fungsi sebagai perawat atau bidan.trm ksh yg membaca nya.bukan sy tolak takdir Tuhan.tapi pengalaman kami sebagai keluarga.Dari Pihak Keluarga memosting lewat Medsos, Syalom slmt pagi tema.