Scroll Untuk Lanjut Membaca

​BANGGAI KEPULAUAN, BTN – 12/06/2026, Sebuah video memilukan yang memperlihatkan seorang ibu pascamelahirkan harus dipikul menggunakan tandu darurat sejauh 10 kilometer melintasi jalan setapak, mendadak viral di media sosial. Gelombang simpati publik ini pun langsung memantik respons cepat dari orang nomor satu di Sulawesi Tengah. Sehari setelah video tersebut viral, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, langsung menginstruksikan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi untuk turun ke lokasi melakukan survei dan pengukuran jalan pada Kamis, 11 Juni 2026.

​Video yang menyayat hati tersebut pertama kali diunggah oleh Edi Yunggoli, seorang warga Desa Seano, Kecamatan Buko Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan. Kepada Simbil, Edi membeberkan bahwa peristiwa tersebut sebenarnya terjadi setahun yang lalu, namun rekaman videonya baru ia dapatkan baru-baru ini.

​“Waktu itu seorang ibu melahirkan ditolong secara tradisional, tapi ari-arinya tidak keluar dan harus segera dievakuasi ke fasilitas kesehatan. Ambulans sama sekali tidak bisa masuk karena aksesnya hanya berupa jalan setapak dan rintisan yang rusak berat. Akhirnya, warga bergotong-royong memikulnya menggunakan tandu sejauh kurang lebih 10 kilometer hingga mencapai jalan poros yang bisa diakses mobil,” kenang Edi dengan nada getir.

​Minim Teknologi, Banyak Kisah Pilu yang Terkubur

​Edi, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Desa Seano, menjelaskan bahwa ia mendapatkan video tersebut dari seorang warga yang kebetulan berpapasan dengan rombongan penandu saat kejadian. Menurutnya, tragedi seperti ini bukanlah yang pertama kali terjadi di wilayah mereka.

​Selama ini, banyak kejadian serupa yang luput dari perhatian publik dan pemerintah karena masyarakat di pelosok Sasake sangat minim akses teknologi dan jaringan komunikasi. Sebagai informasi, Sasake adalah sebuah komunitas masyarakat terpencil yang terpisah dari desa utama, dihuni oleh sekitar 100 jiwa. Akses dari pemukiman mereka menuju jalan poros utama membentang sejauh 10 kilometer dengan kondisi jalan setapak yang sebagian besar telah rusak parah.

​Apresiasi Gerak Cepat Pemprov Sulteng

​Meskipun video tersebut merupakan peristiwa lama, viralnya rekaman itu membawa berkah dan harapan baru bagi warga Sasake. Pemerintah Desa Seano memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepekaan dan gerak cepat Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

​“Kami sangat mengapresiasi reaksi cepat Pemprov Sulteng lewat Dinas Bina Marga. Sehari setelah video itu viral, tepat tanggal 11 Juni, tim teknis langsung turun mengecek lapangan,” kata Edi.

​Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam dari seluruh masyarakat pelosok Banggai Kepulauan kepada Gubernur Sulawesi Tengah.

​“Kami pemerintah desa berterima kasih kepada Bapak Gubernur ANWAR HAFID dan Pemprov Sulawesi Tengah yang sudah mendengar dan mengatensi suara hati kami dari pelosok. Terima kasih juga kepada seluruh penggiat media dan netizen yang ikut meneruskan aspirasi ini. Semoga segera ada solusi permanen, berupa pembangunan jalan yang layak bagi warga kami,” tutup Edi penuh harap.

​Catatan Redaksi:

Kisah dari Sasake ini menjadi tamparan sekaligus pengingat keras bagi kita semua: di wilayah pelosok Indonesia, pembangunan infrastruktur jalan bukan lagi sekadar soal kenyamanan berkendara atau urusan logistik, melainkan sebuah pertaruhan hidup dan mati—sebuah urusan nyawa manusia.

​(Simbil)