Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bualemo,Banggai BTN — 22/08/2025 – Masyarakat Desa Binsil, Kecamatan Bualemo, dibuat resah oleh aksi penipuan berkedok pendataan meter listrik bersubsidi yang mencatut nama Unit PLN Bualemo.

Modus yang terbilang licik ini terbongkar setelah seorang warga nyaris menjadi korban penipuan dengan kerugian hingga ratusan ribu rupiah.

Seorang oknum yang mengaku bernama Agus, warga asal Bualemo, menjadi aktor utama dalam aksi ini.

Dikutip dari keterangan warga, pelaku melancarkan aksinya dengan mengendarai sepeda motor Yamaha jenis X-Ride berwarna merah hitam tanpa plat nomor, ditemani seorang anak laki-laki berusia sekitar 7 tahun.

Kehadiran anak kecil ini diduga kuat sengaja digunakan untuk menutupi gelagat mencurigakan pelaku dan melancarkan aksi penipuannya.

Kecurigaan warga muncul ketika pelaku meminta uang muka (DP) sebesar Rp 550.000 dengan alasan pendataan.

Kejanggalan semakin kentara saat pelaku mewanti-wanti korban agar tidak ada orang lain yang mengetahui pembayaran tersebut.

“Pembayarannya jangan sampai orang tahu,” ujar pelaku, seperti ditirukan oleh korban.

Menyadari ada yang tidak beres, warga segera melaporkan kejadian ini kepada anggota BPD setempat pada hari ini, Jumat, 22 Agustus 2025.

Anggota BPD yang dikonfirmasi oleh awak media membenarkan adanya laporan tersebut dan langsung bergerak cepat untuk menyikapi aduan warga.

Demi memastikan kebenaran, anggota BPD berupaya menemui pelaku untuk meminta keterangan. Namun, pelaku yang merasa aksinya terendus langsung menghindar dan melarikan diri.

Aksi kejar-kejaran menggunakan sepeda motor pun terjadi hingga di Desa Malik, namun kecepatan kendaraan pelaku membuat ia berhasil lolos dari kejaran.

Terpisah, Kepala Unit PLN Bualemo, Arip, saat dikonfirmasi menegaskan bahwa tidak ada petugas PLN atas nama Agus yang ditugaskan untuk pendataan meter subsidi di wilayah Bualemo.

“Sya sudah konfirmasi Pak Agus petugas Bualemo dia tidak tw,” tegas Arip.

Pernyataan ini sekaligus membantah klaim pelaku dan menguatkan dugaan penipuan.

Arip pun menyerukan agar masyarakat lebih berhati-hati. “Jika ada yang mengatasnamakan PLN, sebelum mempercayainya dimohon segera menghubungi petugas kami di lapangan atau bisa langsung ke kantor PLN,” imbaunya.

Pihak PLN Bualemo menegaskan tidak pernah meminta bayaran di tempat dalam melakukan pendataan atau perbaikan, dan semua transaksi resmi harus melalui kantor atau kanal pembayaran yang sah.

Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi seluruh masyarakat agar selalu waspada terhadap modus-modus penipuan yang kian canggih, terutama yang mencatut institusi resmi.