MAKASSAR, BTN — 21 Oktober 2025 – Ikatan Keluarga Mahasiswa Bangkep Makassar (IKMBM) secara resmi menyuarakan kerinduan dan mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) untuk segera menganggarkan pembangunan atau pengadaan asrama mahasiswa di Kota Makassar.
Permintaan ini muncul mengingat kondisi tempat tinggal mahasiswa Bangkep yang semakin memprihatinkan dan tidak lagi layak.
Salah satu tokoh senior yang konsisten dalam lembaga, Aprianto yang menjabat di organisasi selama lima periode (2019-2025),menyampaikan bahwa masalah asrama telah menjadi isu krusial yang perlu disikapi serius oleh Pemda.
”Sudah terlalu lama kami merindukan perhatian nyata ini. Saat ini, kondisi Sekretariat (tempat tinggal) kami sangat terbatas.Seringkali, saudara-saudara kita yang sakit dan berobat ke Makassar harus menumpang di sekretariat yang sudah tidak memadai.
Bahkan, kami sebagai mahasiswa terkadang harus bertumpuk, 5 hingga 6 orang dalam satu kamar demi bertahan di perantauan,” ungkap Paulipu Peling.
IKMBM menyoroti bahwa di antara organisasi mahasiswa daerah di Prov. Sulawesi Tengah, Bangkep merupakan satu-satunya Kabupaten belum mampu mengadakan asrama Mahasiswa, hal ini di nilai tidak sejalan dgn Misi Gubernur Sulteng saat ini yg mana dirinya mendukung penuh soal kemajuan dan peningkatan pelayanan pendidikan di Sulawesi Tengah.
Muhamad Rafil Lanusi, Ketua Umum IKMBM, menegaskan bahwa asrama bukan sekedar tempat tinggal, melainkan posko kemanusiaan dan pusat kaderisasi.
”Asrama adalah markas besar mahasiswa, tempat mereka berkumpul, belajar, dan berkoordinasi. Lebih dari itu, asrama adalah posko transit bagi warga Bangkep yang berobat atau memiliki urusan penting di Makassar.
Jika asrama tidak ada, maka pelayanan sosial kami sebagai mahasiswa juga terganggu. Kami mendesak Pemda Bangkep segera merespons isu ini dalam kebijakan penganggaran ke depan,” tegas Rafil Lanusi, didampingi oleh Sekum Leny Debora dan Bendum Dwi Nardi Abudi.
Aprianto Siduan, Pembina Organisasi IKMBM, menambahkan bahwa perhatian terhadap fasilitas mahasiswa di perantauan adalah bentuk investasi SDM jangka panjang.
”Mahasiswa adalah aset masa depan Bangkep. Perhatian Pemda pada organisasi-organisasi daerah yang konsisten, seperti IKMBM. dan penyediaan fasilitas pendukung yang layak seperti asrama, adalah wujud kepedulian nyata dalam mencetak SDM berkualitas.
Kami mendoakan agar Pemda diberikan kekuatan dan kebijaksanaan untuk segera merealisasikan kerinduan ini,” tutup Aprianto Siduan






